Arab Saudi Dihantam Dingin Ekstrem dan Badai Debu

ED
Senin, 19 Januari 2026 | 05:18 WIB
Bagikan
Arab Saudi Dihantam Dingin Ekstrem dan Badai Debu

VISI.NEWS | RIYADH - Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) mengeluarkan peringatan cuaca serius menyusul prakiraan turunnya suhu ekstrem dan meningkatnya angin permukaan yang memicu badai debu di sejumlah wilayah Kerajaan. Kondisi ini diperkirakan mulai terjadi sejak Selasa dan berlanjut hingga Kamis.

Dalam keterangannya, dikutip dari Saudi Gazette, Senin (19/1/2026),  NCM menyebut penurunan suhu minimum akan terasa signifikan di wilayah utara Arab Saudi. Daerah seperti Tabuk, Al-Jouf, Northern Borders, Hail, serta bagian utara wilayah Madinah diperkirakan mengalami suhu minimum antara 2 derajat Celsius hingga minus 2 derajat Celsius.

Sementara itu, wilayah Al-Qassim serta bagian utara Provinsi Timur dan Riyadh juga tidak luput dari dampak udara dingin. Suhu minimum di kawasan ini diprediksi turun ke kisaran 4 derajat Celsius hingga 1 derajat Celsius, menciptakan kondisi dingin yang tidak biasa bagi sebagian wilayah gurun.

Selain suhu dingin, ancaman lain datang dari angin permukaan yang aktif dan berpotensi mengangkat debu serta pasir. NCM memperingatkan bahwa badai debu akan mulai melanda wilayah Al-Jouf dan Northern Borders sejak Selasa, dengan intensitas yang dapat mengganggu jarak pandang.

Mulai Selasa malam hingga Rabu, dampak angin kencang diperkirakan meluas ke wilayah Hail, Al-Qassim, Riyadh, Provinsi Timur, hingga Najran. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas harian masyarakat, terutama transportasi darat dan udara.

NCM juga menyebut bahwa pengaruh angin tidak berhenti di wilayah tengah dan utara. Pada Rabu dan Kamis, angin kencang yang membawa debu dan pasir diprediksi menjalar ke bagian timur wilayah Asir dan Al-Baha.

Wilayah barat Arab Saudi pun turut terdampak. Makkah dan Madinah, termasuk kawasan pesisirnya, diperkirakan mengalami hembusan angin aktif yang dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengendara dan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruang dianjurkan saat badai debu terjadi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.