APBN 2025 Menjadi Perbincangan Hangat, Terutama Karena Defisitnya yang Mencapai Lebih Dari Rp600 Triliun

ED
Kamis, 6 Juni 2024 | 11:23 WIB
Bagikan
APBN 2025 Menjadi Perbincangan Hangat, Terutama Karena Defisitnya yang Mencapai Lebih Dari Rp600 Triliun

VISI.NEWS | JAKARTA - Defisit APBN 2025 sebesar 2,45%-2,82% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dirancang untuk membiayai program prioritas pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Program ini termasuk pemberian makanan bergizi atau makan siang gratis. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menetapkan defisit ini agar Prabowo memiliki fleksibilitas dalam pemanfaatan anggaran.

Namun, ada pertanyaan mengenai hubungan dengan Tapera. Tapera adalah program yang mengenakan iuran kepada pekerja dan perusahaan. Meskipun ada spekulasi bahwa Tapera akan digunakan untuk membiayai program Prabowo-Gibran, termasuk makan gratis, tidak ada bukti yang memperkuat klaim ini. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, membantah bahwa Tapera akan digunakan untuk tujuan tersebut. Ia menegaskan bahwa dana Tapera dikelola secara transparan melalui Komite Tapera yang melibatkan berbagai pihak. Jadi, meskipun ada perdebatan, hubungan langsung antara defisit APBN 2025 dan Tapera belum terbukti. Semua informasi ini tentu saja menjadi perhatian publik dan perlu terus dipanta. @shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.