Antisipasi Banjir, Pentahelix dan Warga Dayeuhkolot Gelar Kerja Bakti Akbar
"Setelah dibersihkan oleh masyarakat aliran air di selokan dan drainse menjadi lancar dan tidak tersumbat. Semoga kerja bakti ini bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih dan sehat, tapi juga membuat lingkungan bebas dari banjir," tutur Tri Rahmanto.
Semangat Bedas terlihat di setiap titik Kerja Bakti. Di Kelurahan Pasawahan misalnya. Ratusan warga kompak turun ke jalan dan selokan untuk membersihkan saluran air dan selokan yang mampet akibat tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur.
Bahkan warga secara swadaya berinisiatif memperbaiki gorong-gorong yang rusak dan seringkali menyebabkan aliran air tersumbat sehingga menyebabkan permukiman warga tergenang banjir.
Lurah Pasawahan Gandung Audi mengaku sangat mengapresiasi kekompakan dan partisipasi masyarakat Kelurahan Pasawahan dalam Kerja Bakti Massal tersebut.
Gandung bahkan turun langsung untuk ikut mengangkut sampah, mengeruk lumpur dari selokan dan kotor-kotoran bersama masyarakat Kelurahan Pasawahan.
"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, kami yakin masalah banjir ini dapat segera ditangani. Kami siap mendukung program Pentahelix untuk menangani banjir di Dayeuhkolot ini," ujar Gandung.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan warga Desa Cangkuang Wetan. Selain membersihkan selokan, warga juga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar jalan desa. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmayadi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga yang mana selama 5 tahun ini sudah rutin melaksanakan kerja bakti atau Jumsih (jum'at bersih).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!