Animal Friends Jogja Beri McDonald’s Telur Berdarah karena Tak Terbitkan Komitmen Bebas Sangkar

ED
Sabtu, 1 Juni 2024 | 05:43 WIB
Bagikan
Animal Friends Jogja Beri McDonald’s Telur Berdarah karena Tak Terbitkan Komitmen Bebas Sangkar

Kandang baterai tidak sesuai dengan lima prinsip kebebasan hewan yang dikeluarkan oleh World Organisation for Animal Health (OIE). Sebab, dalam satu kandang sempit, satu hingga dua ayam dikerangkeng selama kurang lebih dua tahun untuk memproduksi telur hingga dianggap tidak menguntungkan lagi dan dibawa ke penjagalan. Ayam-ayam petelur tidak dapat mengekspresikan perilaku alami yang penting untuk kesehatan mereka karena ruang gerak satu individu ayam tidak lebih besar dari selembar kertas A4. Hal ini menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan frustrasi. Mereka juga rentan mengalami luka fisik karena tersangkut di jeruji, berpotensi tinggi mengalami patah tulang, dan juga kerontokan bulu (kebotakan) akibat gesekan terus menerus dengan jeruji. Ayam-ayam di kandang baterai terpaksa hidup dalam atmosfer yang beracun. Uap amonia dari tumpukan kotoran di bawah kandang menyebabkan mata terbakar, penyakit pernapasan kronis, dan infeksi pernafasan yang bisa menyebabkan kebutaan. Telur dari kandang baterai memiliki potensi kontaminasi Salmonella sp. yang lebih tinggi dibandingkan telur dari peternakan cage-free.

Ironisnya, menurut data Badan Pusat Statistik, populasi ayam ras petelur di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 378.590.549, dengan lebih dari 80% peternakan ayam petelur masih menggunakan sistem kandang baterai.

Aksi ini ditutup dengan usaha AFJ untuk menyerahkan properti telur berukuran besar dengan corak darah dan kotoran, bertuliskan “Go Cage-Free, McDoanld’s!”, sebagai simbol penderitaan ayam petelur yang dipaksa menjadi mesin pencetak telur di dalam kandang baterai. Namun, McDonald’s menolak. Penolakan ini sejalan dengan sikap McDonald’s yang hingga kini belum menunjukkan ketertarikannya untuk meningkatkan kesejahteraan ayam petelur dalam rantai pasok mereka, sesuai dengan desakan-desakan dari para aktivis perlindungan satwa dan permintaan konsumen agar mereka segera menerbitkan komitmen bebas sangkar.

@mpa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.