Anggaran Kementan dan Bapanas Turun untuk 2025, Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
VISI.NEWS | JAKARTA - Pagu anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk tahun 2025 mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini disinyalir sebagai persiapan untuk mendukung program makan bergizi gratis yang akan dilaksanakan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, dalam acara 'Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Ketahanan Pangan 2025' di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.
Sarwo Edhy mengungkapkan bahwa pagu indikatif Bapanas untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 329,9 miliar, mengalami penurunan sebesar 25,45% dari pagu reguler tahun 2024 yang tidak termasuk bantuan pangan. "Jadi anggaran 2025 ini turun bapak/ibu sekalian sekitar 25,45%," kata Sarwo Edhy dalam sambutannya.
Penurunan anggaran tidak hanya terjadi di Bapanas. Sarwo Edhy menyebutkan bahwa Kementan juga mengalami penurunan anggaran yang signifikan untuk tahun 2025. Anggaran Kementan turun sekitar Rp 6 triliun, dari Rp 14 triliun menjadi Rp 8 triliun. "Jadi bukan hanya Bapanas saja yang turun, tetapi hampir seluruh kementerian/lembaga anggarannya 2025 ini turun, mungkin persiapan untuk persiapan program bapak presiden yang baru berkaitan dengan makan gratis," jelas Sarwo Edhy.
Penurunan anggaran ini diakui Sarwo Edhy sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengalokasikan dana yang cukup guna mendukung program makan bergizi gratis yang digagas oleh presiden terpilih. Program ini dipandang sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
Meski demikian, Sarwo Edhy menjelaskan bahwa Bapanas tetap akan mengajukan anggaran tambahan untuk tahun 2025. Pihaknya berencana meminta tambahan Rp 20 triliun yang akan dialokasikan untuk bantuan pangan dan non-bantuan pangan. "Jadi memang ini turun tapi kita masih ada pagu indikatif bantuan pangan sekitar Rp 20 triliun yang akan kita usulkan," ujarnya.
Penurunan anggaran ini menandai langkah awal dari pemerintahan baru dalam merealisasikan visi dan misi mereka terkait ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dengan pengalokasian anggaran yang lebih efektif dan efisien, diharapkan program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!