Andina Narang Soroti Rendahnya Jangkauan Program Literasi Digital
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menyoroti rendahnya jangkauan program literasi digital nasional.
Andina mempertanyakan efektivitas Program Pandu Literasi Digital yang menargetkan pelaksanaan 725 kegiatan pada tahun 2026 dengan jangkauan sekitar 57.540 orang.
Menurutnya, angka tersebut hanya mencakup sekitar 0,02 persen dari total penduduk Indonesia, sehingga dinilai jauh dari memadai untuk menjawab tantangan ruang digital saat ini.
“Kalau dihitung secara matematis, ini hanya menjangkau 0,02 persen dari masyarakat Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ujar Andina dalam RDP Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI dengan Komdigi, Rabu (4/2/2026).
Politisi Partai Nasdem tersebut menegaskan bahwa kondisi ruang digital Indonesia saat ini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Maraknya disinformasi, penipuan daring, kejahatan siber, hingga ancaman terhadap perlindungan data pribadi dan anak di dunia digital menjadi alasan mengapa peningkatan literasi digital harus menjadi prioritas utama.
Ia mengingatkan bahwa empat pilar literasi digital kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital belum sepenuhnya terinternalisasi di masyarakat.
“Tujuan dari Pandu Literasi Digital ini adalah mendampingi masyarakat soal keamanan online, bahaya dunia digital, perlindungan data pribadi, hingga perlindungan anak. Tapi jangkauannya masih sangat minim,” tegasnya.
Legislator Dapil Kalteng tersebut juga menanyakan strategi Jemkom Digi (Jaringan Edukasi dan Komunikasi Digital) dalam menjangkau daerah-daerah terpencil yang dinilai lebih rentan terhadap hasutan dan kejahatan di dunia maya akibat keterbatasan akses informasi dan edukasi digital.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!