BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026

Ancaman Siber Meningkat: Deepfake, Phishing, dan Penipuan AI Merebak

Desi Rossilawati
Kamis, 3 Juli 2025 | 22:00 WIB
Bagikan
Ancaman Siber Meningkat: Deepfake, Phishing, dan Penipuan AI Merebak
VISI.NEWS | BANDUNG - Ancaman kejahatan siber terus meningkat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Cybersecurity Ventures memproyeksikan, kerugian akibat serangan siber pada 2025 akan mencapai US$ 10,5 triliun atau sekitar Rp 163.000 triliun. Nilai ini menempatkan kejahatan siber sebagai ‘ekonomiterbesar ketiga dunia setelah Amerika Serikat dan China. Menurut laporan Secure Works, kerugian tersebut mencakup pencurian uang dan data pribadi, penghancuran data, hilangnya produktivitas, pencurian kekayaan intelektual, biaya investigasi forensik, pemulihan sistem, hingga kerusakan reputasi dan denda regulasi. Salah satu ancaman terbesar datang dari penipuan berbasis AI seperti deepfake. Di Singapura, penjahat siber mengirim video palsu yang menampilkan wajah korban dalam adegan tak senonoh dan menuntut uang tebusan dalam bentuk kripto. Video deepfake tersebut dibuat dari foto dan video publik di LinkedIn atau media sosial. Selain itu, penipuan pig butchering versi AI juga meningkat. Skema penipuan investasi palsu ini memanfaatkan AI untuk membangun hubungan panjang dengan korban, mengirim pesan massal, membuat akun palsu lengkap dengan profil dan aktivitas meyakinkan, bahkan melakukan video call deepfake serta kloning suara. Ancaman phishing juga kian marak dengan modus memanfaatkan peluncuran produk populer seperti game GTA V, konsol Nintendo terbaru, hingga film blockbuster untuk menjaring data pengguna melalui pre-order dan merchandise palsu. Penipuan Gmail juga semakin canggih. Bos Instagram Adam Mosseri menjadi target upaya peretasan melalui email palsu yang meminta reset password dengan alamat mirip Google. Ia mengungkap, email tersebut menggunakan domain forms-receipts-noreply@google.com dengan link yang tampak kredibel. Para pakar mengingatkan, penjahat siber kini memanfaatkan infrastruktur legal seperti situs resmi dan platform email untuk meningkatkan kredibilitas serangan mereka. Karena itu, kewaspadaan dan edukasi digital menjadi kunci untuk melindungi diri dari ancaman siber berbasis AI yang semakin sulit dikenali. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.