Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ancam Bentuk PBNU Tandingan, Forum Kiai NU Jawa Ajak Rhoma Irama

ED
Minggu, 14 Desember 2025 | 13:12 WIB
Bagikan
Ancam Bentuk PBNU Tandingan, Forum Kiai NU Jawa Ajak Rhoma Irama
  • Apabila Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak digelar dalam waktu tiga bulan ke depan.

VISI.NEWS | BANDUNG - Forum Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa menyatakan akan membentuk kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan apabila Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak digelar dalam waktu tiga bulan ke depan. Pernyataan ini menjadi sinyal keras atas dinamika internal NU yang dinilai belum menemukan jalan keluar.

Koordinator Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Ia menegaskan bahwa pembentukan PBNU tandingan akan ditempuh jika tidak ada kesepakatan maupun kepastian pelaksanaan MLB dalam tenggat waktu tersebut.

Menurut Faris, batas waktu tiga bulan diberikan sebagai ruang dialog dan konsolidasi agar konflik internal NU dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Namun, jika upaya itu tidak membuahkan hasil, Forum Kiai NU Jawa siap mengambil langkah darurat.

“Apabila dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan dan tidak terselenggaranya MLB, maka Forum Kiai NU Jawa akan mengambil langkah-langkah darurat berupa pembentukan PBNU tandingan sebagai wadah konsolidasi NU kultural,” kata Faris.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pilihan utama, melainkan jalan terakhir. Forum Kiai NU Jawa, kata dia, menilai kondisi NU saat ini mengalami stagnasi akibat konflik internal yang berkepanjangan dan perebutan posisi kekuasaan.

“Langkah ini ditempuh sebagai ikhtiar terakhir untuk menyelamatkan NU dari stagnasi konflik internal dan penyimpangan orientasi perjuangan,” ujarnya.

Selain mendorong pelaksanaan MLB, Forum Kiai NU Jawa juga mengajak tokoh-tokoh NU kultural untuk terlibat aktif dalam upaya penyatuan jemaah. Tokoh-tokoh tersebut dinilai memiliki legitimasi moral serta basis kultural yang kuat di akar rumput.

Faris menyebut salah satu tokoh yang diharapkan dapat terlibat adalah H. Rhoma Irama, bersama sejumlah ulama dan budayawan NU kultural lainnya. Mereka dipandang mampu menjadi perekat di tengah perbedaan pandangan yang berkembang.

“Forum Kiai NU Jawa berkomitmen mengajak berbagai tokoh karismatik NU kultural, termasuk di antaranya H. Rhoma Irama, serta sejumlah ulama dan budayawan yang memiliki legitimasi moral dan basis kultural luas,” tuturnya.

Faris berharap keterlibatan para tokoh tersebut dapat memperkuat gerakan penyatuan, terutama di tingkat akar rumput. Dengan demikian, NU diharapkan kembali berperan sebagai kekuatan moral bangsa yang menjaga persatuan, nilai keagamaan, dan kebudayaan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.