Amuk ODGJ Berujung Tewasnya Ibu Rumah Tangga di Sukabumi
ED
Editor
Mohammad Iqbal
Selasa, 27 Agustus 2024 | 07:01 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - T (22) seorang pria yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk lalu menyerang Nuraeni (28) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan garukan tanah. Peristiwa itu terjadi di Kampung Gunung Hiur, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat korban pulang dari berkebun, Sabtu (24/8/2024) siang.
“Sebelum kejadian itu, pelaku merusak rumah warga dulu lalu dia lari ketemu korban yang pulang dari kebun dan langsung kejadian. Korban yang pulang dari kebun itu kan membawa alat tani buat garuk tanah lalu alat itu direbut,” ujar Kepala Desa (Kades) Bantarsari Dudung Rusyana.
Dudung menyatakan, peristiwa itu terjadi saat gangguan kejiwaan yang diderita pelaku sedang kambuh. "Sering kambuh," imbuhnya.
Lebih lanjut, Dudung menuturkan sejak kapan pelaku menderita ODGJ, Dudung tak mengetahuinya. Sebab pelaku merupakan warga dari Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, yang kemudian pindah ke Desa Bantarsari. "Sebetulnya pelaku bukan warga kami, awalnya warga desa sebelah. Dia warga baru, surat pindahnya pun belum resmi ke kami,” katanya.
Jauh sebelum insiden tersebut, pelaku kabarnya pernah membakar rumah. "Iya katanya di tahun berapa 2018 apa 2019," katanya.
Baca juga : Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kali Sunter Gegerkan Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Pelaku telah ditangkap warga sesaat setelah kejadian dan diserahkan ke Polsek Lengkong. Untuk selanjutnya, kasus ini ditangani oleh Polres Sukabumi. Sedangkan jenazah korban telah dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Sabtu sore untuk dilakukan pemeriksaan luar serta autopsi.
Hasil Autopsi
Dokter forensik, RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathya menuturkan dari pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, ditemukan sejumlah luka terbuka, memar serta lecet di wajah juga kepala.
Setelah pemeriksaan luar, dilanjutkan autopsi yang dimulai Minggu (25/8/2024) sekitar pukul 08.00 WIB dan rampung pukul 11.00 WIB.
“Dari pemeriksaan dalam, ditemukan ada beberapa patah tulang terutama di daerah wajah, kemudian di lengan bawah juga ada patah kemudian ada perdarahan juga di daerah otak karena sebagian besar trauma itu ada di daerah kepala,” imbuhnya.
Mengenai luka terbuka, Nurul menegaskan dari pola dan gambarannya ke arah kekerasan tumpul tidak mengarah ke kekerasan tajam. “Sehingga yang menyebabkan kematian korban, kekerasan tumpul di daerah wajah dan kepala,” katanya.
@andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!