Aljazair Beri Waktu 48 Jam: 12 Pejabat Prancis Diminta Tinggalkan Negara
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 15 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | ALJAZAIR - Hubungan diplomatik antara Aljazair dan Prancis kembali memanas setelah pemerintah Aljazair meminta 12 pejabat Prancis untuk meninggalkan negaranya dalam waktu 48 jam. Langkah ini disebut berkaitan dengan penangkapan tiga warga Aljazair di Prancis yang diduga terlibat dalam penculikan seorang influencer kontroversial, Amir Boukhors alias Amir DZ.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, meminta Aljazair untuk membatalkan keputusan pengusiran itu.
"Saya meminta pihak berwenang Aljazair untuk menghentikan tindakan pengusiran ini. Jika keputusan untuk memulangkan pejabat kami tetap dilakukan, kami tidak punya pilihan lain selain menanggapinya segera," ujar Jean-Noel Barrot, seperti dikutip AFP, Senin (14/4/2025).
Sebagian dari 12 pejabat tersebut berasal dari Kementerian Dalam Negeri Prancis menurut sumber diplomatik yang dikutip AFP. Tindakan ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang sudah renggang.
Tiga warga Aljazair sebelumnya telah didakwa oleh jaksa Prancis atas dugaan keterlibatan dalam penculikan Amir Boukhors, seorang influencer asal Aljazair yang kritis terhadap pemerintah negaranya dan kini tinggal di Prancis dengan status suaka politik. Ia diculik pada April 2024 di Paris, namun dibebaskan keesokan harinya.
Pemerintah Aljazair mengklaim Boukhors terlibat dalam berbagai kasus penipuan dan teror, serta telah mengeluarkan sembilan surat perintah penangkapan internasional terhadapnya. Langkah Prancis menahan warga Aljazair yang diduga menculik Boukhors dipandang oleh banyak pihak sebagai hambatan terhadap upaya rekonsiliasi kedua negara. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!