Alhamdulilah, Kasus Kekerasan Anak Di Kab Bogor Terus Berkurang
VISI.NEWS |BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat penurunan kasus kekerasan anak dalam dua tahun terakhir.
Dari informasi yang didapat, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi mengatakan, bahwa kasus kekerasan anak pada 2020 mencapai 114 kasus, kemudian turun menjadi 100 kasus pada 2021.
"Untuk tahun 2022 ini, hingga Juni mencatat ada 84 kasus, mudah-mudahan tidak bertambah lagi, dan harus terus dipantau perkembangannya, katanya.
Menurutnya, DP3AP2KB Kabupaten Bogor terus menggencarkan program pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, korban mendapatkan perlindungan dan masyarakat memiliki kemampuan untuk membantu melakukan pencegahan.
"Melalui layanan gratis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Kab Bogor, bekerja sama dengan Polres Bogor, syukur alhamdulillah, tahun ini kondisinya menurun," sambungnya.
Dengan penurunan kasus ini, lanjut Haji Kusnadi, mudah-mudahan tidak ada penambahan angka kasus ini atas kerja sama semua stakeholder, baik dari DP3AP2KB sendiri, polres, UPT juga dengan dinas-dinas lain termasuk Dinas Sosial, Forum Anak, dan lainnya.
"Menurut informasi juga terdapat Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga sudah dibentuk di masing-masing desa dengan beranggotakan masyarakat desa setempat," ujarnya.
Sekedar informasi, tahun 2020/2021 Pemkab Bogor membuat unit Perlindungan Perempuan dan Anak, dibentuk dalam lima sektor, jadi tiap unit PPA disebar, sehingga jika ada kejadian akan dilakukan penanganan dengan tepat dan cepat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!