Alfiyanto Wajiwa Gelar Budaya Bertajuk, " Memantik Energi Baru Anak Kampung Ciganitri"

ED
Minggu, 19 Maret 2023 | 16:00 WIB
Bagikan
Alfiyanto Wajiwa Gelar Budaya Bertajuk, " Memantik Energi Baru Anak Kampung Ciganitri"

VISI.NEWS | BOJONGSOANG - Dosen Tari ISBI Bandung Alfianto, atau dikenal dengan Uda Alfianto Wajiwa, merupakan salah satu dosen ISBI Bandung yang telah menjelajahi tari kontemporer sejak lama, dari tahun 2006, hingga kini. Ia selalu menyuarakan literasi tubuh, dan kesadaran jiwa dalam olah setiap gerak tarinya.

Kepeduliannya pada Kampung Ciganitri, tempat dimana ia tinggal sekarang, telah membuat jiwanya melekat dan terikat kuat untuk bisa menyuarakan pesan bumi, pesan alam, dari tanah yang dipijaknya, sehingga ia pun seakan memiliki tanggung jawab, menjaga bumi Ciganitri, seperti menjaga kesadaran dirinya.

Kondisi puncak spiritualitas rasa pada diri Alfianto ini, menjadi energi kuat untuk menguatkan medan magnet yang ia punya, sehingga memiliki daya tarikan yang komprehensif dalam membangkitkan kesadaran pada anak-anak Ciganitri untuk melebur kan dirinya dalam rumah kreatif Wajiwa, sebagai rumah tempat berkreatifitas, rumah belajar, dan rumah pendidikan untuk segenap anak-anak Ciganitri yang ingin meraih masa depannya, kembali ke rumah yang ada di impiannya, meraih kemajuan.

Alfianto Wajiwa, di mata Kepala Desa Lengkong, Agus Salam S.Pd.I, dalam sambutannya, merupakan sosok aset bagi daerah Ciganitri, seseorang yang mampu menjadi inspirator, dan teladan bagi daerah Ciganitri, yang mampu membawa anak-anak Ciganitri menjadi manusia yang istimewa yang memiliki impian positif bagi masa depannya.

Karya "Memantik Energi Baru Anak Kampung Ciganitri," yang Uda Alfianto bawa untuk program doktoralnya di bidang seni tari kontemporer, dengan mengambil Penciptaan Karya Seni, di S3 ISI Solo, yang ditarik sidangnya ke Kampung Ciganitri, merupakan perjuangannya untuk meyakinkan para penguji, betapa persoalan mamatik energi, perlu pematik dari mereka yang peduli pada persoalan lingkungan dan dinamika sosial masyarakat yang terjadi.

Dan pematik sendiri memerlukan semangat, yang jika bicara itu, maka kita harus sabar, dan konsisten untuk bisa melampaui waktu, berproses dengan hati, dan ternyata tidak bisa instan ketika perubahan dinamika sosial ingin di tuntaskan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.