Aksi Mahasiswa dan Laskar Aswaja Jabar: Tuntut Tindakan Tegas Kemenag Jabar Terkait Dugaan Korupsi
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 24 Desember 2024 | 14:17 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gerakan Mahasiswa Jawa Barat Menggugat dan Laskar Ahlu Sunnah Waljamaah Jabar menggelar aksi protes pada (16/12/2024) yang menuntut tindakan tegas dari Kepala Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam.
Aksi tersebut didorong oleh berbagai persoalan yang muncul di tubuh Kemenag Jabar, termasuk dugaan korupsi dana haji, dana hibah madrasah dan pesantren, serta pungli biaya pernikahan di KUA.
Situasi memuncak ketika Ketua Kasi KUA Jabar diduga melakukan pelanggaran etika saat audiensi dengan Laskar Aswaja Jabar di Gedung Kemenag Jabar pada (19/11/2024). Ketua Kasi KUA Jabar dikabarkan mengeluarkan perkataan yang merendahkan, seperti 'kalian bodoh', 'omongan kalian itu bulshit', dan 'siapa lo?'.
"Kartu kuning ini diberikan karena Ajam Mustajam telah gagal memastikan seluruh fungsionaris Kemenag Jabar bersih dari korupsi dan memiliki etika seorang pejabat publik," tegas seorang anggota Gerakan Mahasiswa.
"Kami mendesak tindakan tegas dan segera."lanjutnya.
Maka dari itu kami Laskar Aswaja Jabar & Gerakan Mahasiswa Jabar Menggugat mendesak :
1. Kepala Kemenag Jawa Barat harus mengevaluasi dan meberikan sanksi kepada Ketua Kasi KUA Jawa Barat atas perbuatannya yang tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.
2. Dan juga Kepala Kemenag Jawa Barat harus mejamin semua fungsionaris kemenag yang ada dibawah kepemimpinannya harus memiliki etika seorang pejabat publik dan bersih dari korupsi.
3. Kepala Kemenag Jawa Barat tidak boleh tutup mata, diam dan membiarkan praktik - praktik pungli oleh oknum-oknum pejabat KUA di ruang lingkup Jawa Barat tetapi harus Segera melakukan tindakan yang kongkrit untuk memberantas oknum-oknum yang melakukan praktek tersebut,selaras dengan apa yang di sampaikan oleh Mentri Agama dalam peringatan hari anti korupsi, Bahwa kementerian agama berkomitmen untuk memberantas korupsi.
“Dan sangat di sayangkan Kepala Kemenag Jabar, Bapak ajam mustajam tidak bisa menemui kami, tapi diwakili oleh kepala bidang uraisy dan binsyar bapak ohan burhan”, Ujar Koordinator Lapangan Riki Ramdhan Fadil.
Riki menambahkan bahwa Kepala Bidang Uraisy dan Binsyar Kemenag menjamin kami untuk bisa bertemu langsung dengan Kepala Kemenag Jabar untuk bedialog perihal apa yang menjadi tuntutan kami.
“Kami akan turun kembali dengan masa yang lebih banyak dan memberikan kartu merah kepada kepala kemenag jabar bila mana apa yang menjadi tuntutan kami tidak di penuhi,” Pungkas Riki. @mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!