Akamai memperkenalkan Prolexic Network Cloud Firewall

ED
Jumat, 28 April 2023 | 08:14 WIB
Bagikan
Akamai memperkenalkan Prolexic Network Cloud Firewall
  • Kemampuan baru memperluas proteksi prolexic dengan firewall dan kemampuan kontrol akses.

VISI.NEWS | JAKARTA - Akamai Technologies, Inc. (NASDAQ: AKAM), perusahaan cloud yang mendukung dan melindungi kehidupan secara daring, hari ini mengumumkan peluncuran Prolexic Network Cloud Firewall. Kemampuan baru Akamai Prolexic memungkinkan pelanggan menentukan dan mengelola daftar kontrol akses (access control list/ACL) mereka sendiri sekaligus memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar untuk mengamankan tepi jaringan mereka sendiri.

"Fitur yang paling diminta oleh pelanggan Prolexic kami adalah network cloud firewall," ujar Sean Lyons, Wakil Presiden Senior dan General Manager of Infrastructure Security di Akamai dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Jumat (28/4/2023).

"Kami memperluas kemampuan proteksi DDoS terdepan Prolexic dan memberdayakan pelanggan untuk menentukan kontrol akses serta aturan firewall secara terpusat dan cepat, untuk seluruh jaringan mereka yang diiklankan melalui jejak global Prolexic. Ini adalah alat yang hebat dalam situasi darurat, bukan hanya serangan DDoS, tetapi juga dalam skenario seperti kerentanan nol hari, di mana akses dapat ditutup dengan segera, tetapi dengan cara yang ditargetkan. Ketika kami menegakkan aturan di tepi jaringan pelanggan, mereka tidak perlu khawatir ketika semua firewall internal dikonfigurasikan – yang mungkin akan memakan waktu terlalu lama," imbuhnya.

Prolexic, katanya, merupakan platform proteksi DDoS berbasis cloud Akamai yang menghentikan serangan sebelum mencapai aplikasi, pusat data, dan infrastruktur akses internet.

"Ancaman terhadap DDoS kembali meningkat, sebuah tren yang dipercepat dengan meningkatnya jumlah bisnis dan organisasi yang dalam operasinya mengandalkan layanan daring. Meningkatnya ketersediaan alat dan layanan DDoS di web gelap memudahkan para penyerang meluncurkan berbagai jenis serangan ini. Semakin banyak perangkat yang terhubung ke internet dan munculnya Internet of Things (IoT) telah menciptakan wilayah serangan yang lebih luas untuk dieksploitasi oleh para penjahat siber. Serangan DDoS sekarang semakin banyak digunakan sebagai salah satu dari beberapa vektor ancaman dalam serangan pemerasan rangkap tiga, biasanya digabungkan dengan penyelundupan data dan ransomware," ungkap Sean Lyons.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.