Akademisi Sebut Isu DOB Kabupaten Sukabumi Utara Perlu Terus Diangkat
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 25 Mei 2025 | 21:44 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) perlu diangkat menjadi isu melalui framing yang menarik perhatian publik hingga menyentuh masyarakat dari berbagai kalangan.
Hal itu diungkapkan Dosen Komunikasi Politik Universitas Pakuan Bogor Toto Sugiarto dalam diskusi publik pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) yang diselenggarakan KNPI Kecamatan Cibadak, Karang Taruna Kecamatan Cibadak serta presidium DOB KSU di Halmit Coffe and Resto Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/5/2025) malam.
Diskusi diawali dengan paparan Kasubag Otonomi Daerah (Otda) Setda Kabupaten Sukabumi Asep Badrudin mengenai dasar hukum, aturan hingga sejauh mana proses Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Sukabumi Utara.
Asep menuturkan hal-hal yang bersifat administratif CDPOB Kabupaten Sukabumi Utara telah terpenuhi. Kabupaten Sukabumi Utara itu mencakup 21 kecamatan dengan titik koordinat ibu kota Kabupaten Sukabumi Utara berada di SMKN 1 Cibadak. Dalam hal ini, pemerintah begitu mendukung terwujudnya pemekaran, bahkan telah dituangkan dalam RPJMD oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi termasuk support anggaran.
“Pak Asep sangat konstruktif sekali bagaimana tadi sudah menjelaskan terkait dengan hukum, dasar hukumnya, lalu aturannya, prosesnya sudah sejauh mana sudah luar biasa saya pikir. Dan ini saya melihat narasi yang dikeluarkan terkait dengan DOB di wilayah Sukabumi ini sudah sangat positif. Narasi-narasi ini sudah sangat positif,” ujar Toto yang sedang mengejar gelar S3 Komunikasi Politik di Malaya University.
Adapun yang menjadi pertanyaan kata Toto, apakah narasi yang sudah positif terkait DOB ini sudah sampai kepada seluruh lapisan masyarakat. Dia merasa khawatir kalau DOB ini hanya dipahami oleh kalangan tertentu saja.
“Takutnya narasi-narasi ini hanya ada di kelompok elite. Apakah narasi terkait dengan alur sejauh mana DOB ini sudah berlangsung dan bagaimana nanti kedepannya, apakah ini sampai ke semua,” kata Toto.
Sehingga Toto mendorong bahwa DOB ini mesti menjadi sebuah isu yang terus menerus diangkat sehingga masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT tahu esensi dari pemekaran ini.
“Jadi Daerah Otonomi Baru menjadi isu yang coba diangkat kira-kira gitu menjadi sebuah framing yang tepat untuk disajikan kepada publik kalau kita melihat dari sisi akademisi,” kata Toto.
Lebih lanjut Toto menegaskan potensi terbentuknya Kabupaten Sukabumi Utara sangat luar biasa, karena secara persyaratan administratif pembentukan DOB Kabupaten Sukabumi Utara sudah terpenuhi. Namun pemekaran belum dapat terwujud karena terhalang moratorium serta belum tuntasnya dua Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penataan Daerah, dan tentang Desain Besar Penataan Daerah.
“Penghalangnya ada dua hari ini, pertama moratorium yang sudah ditandatangani semenjak 2014. Yang kedua adalah terkait dengan PP. Ada dua PP yang sampai saat ini belum selesai, PP terkait dengan Penataan Daerah yang satu lagi PP tentang Desain Besar Penataan Daerah. Dua PP ini menjadi PR besar bagi kita yang harusnya kita bisa desak,” ujarnya.
“Nah bagaimana mendesak itu, maka isu dan narasinya harus sampai kepada mereka. Kenapa? Karena menjadi kebutuhan. Bukan hanya terkait dengan kebutuhan politis dalam tanda kutip, tapi ini juga menjadi kebutuhan terkait dengan pelayanan publik,” imbuh Toto.
Lebih lanjut, Toto menyatakan pengemasan isu DOB ini dapat dilakukan dengan penguatan-penguatan secara komunitas bentuknya seperti diskusi. Kemudian memanfaatkan kluster media sosial diantaranya Instagram, Facebook, TikTok, X yang dulunya Twitter untuk menggaungkan isu dan narasi DOB.
Selanjutnya rangkul kalangan muda karena memiliki pengaruh dalam menggiring opini publik.
“Hari ini yang punya potensi besar untuk bisa menggiring opini publik atau public opinion itu adalah dua generasi hari ini. Kalau kita berdasarkan pengelompokan generasi. Generasi Y atau yang dikenal dengan istilah millennials dan generasi Z. Nah, dua generasi ini harusnya menjadi peluru bagi kita untuk isu yang sudah dikemas bisa sampai ke semua lini sehingga dukungan dan tekanan ini secara politis bisa sampai ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurut Toto, dukungan dan tekanan secara politis itu dapat menjadi kekuatan agar keran pemekaran daerah ini dibuka. Ketika keran pemekaran dibuka, Kabupaten Sukabumi Utara menjadi prioritas.
“Itu akan menjadi sumber kekuatan bagi teman-teman di Komisi 2 dan juga di pemerintah pusat untuk segera benar-benar memprioritaskan isu terkait dengan DOB ini, supaya kerannya dibuka. Ketika kerannya sudah dibuka, kita berharap daerah ini menjadi prioritas. Kenapa? Karena sudah sangat siap,” pungkasnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!