Air Masih Seret! Bupati Bandung Ingatkan Desa & PDAM

ED
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:43 WIB
Bagikan
Air Masih Seret! Bupati Bandung Ingatkan Desa & PDAM

VISI.NEWS | BANDUNGBupati Bandung Dadang Supriatna menyoroti serius persoalan kesehatan dan kualitas hidup warga dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) 2027 yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan bahwa harapan lama hidup masyarakat Kabupaten Bandung saat ini sudah mencapai 75,70 tahun.

“Kesehatan. Yang tentunya harapan lama hidup Kabupaten Bandung ini di angka 75,70 tahun. Jadi usia rata-rata masyarakat Kabupaten Bandung teh 75,70 tahun,” ujar Dadang di hadapan peserta Musrenbang.

Meski demikian, Dadang menegaskan bahwa angka tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Ia mempertanyakan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan usia harapan hidup tersebut. “Bukan lain dilihat daripada poinnya 75,70 pun, tapi apa saja yang mempengaruhi terhadap harapan lama hidup? Banyak hal,” katanya.

Salah satu faktor krusial yang disorot adalah kondisi rumah tidak layak huni (rutilahu). Berdasarkan laporan dari sektor perumahan, masih terdapat sekitar 157 ribu unit rumah di Kabupaten Bandung yang membutuhkan perbaikan. Dari jumlah tersebut, 80 ribu merupakan rumah milik pribadi, sementara 77 ribu lainnya berdiri di atas lahan milik PTPN dan tanah carik.

“Harapan lama hidup bisa meningkat itu karena ada pengaruh dampak daripada rumah sehat,” tegasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan segera menggelontorkan bantuan melalui program BSPS sebanyak kurang lebih 5.000 unit rumah yang akan diluncurkan pada 14 April 2026.

Tak hanya soal hunian, Dadang juga menyoroti pentingnya akses air bersih sebagai faktor penentu kesehatan masyarakat. Ia meminta seluruh pihak, termasuk DPRKPLH dan PDAM, untuk serius meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan air bersih.

“Maka DPRKPLH harus tolong bagaimana nih, Pak Ros, caina supaya bersih,” ucapnya, yang langsung disambut audiens dengan kata “Siap.”

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa dari sekitar 1,5 juta rumah di Kabupaten Bandung, baru 132 ribu rumah yang terlayani sambungan air PDAM. Bahkan, kawasan seperti Taman Cibaduyut Indah disebut belum tersentuh layanan tersebut.

“Jadi jumlah 1,5 juta rumah di Kabupaten Bandung baru terpenuhi sekitar 132.000 rumah. Sementara masyarakat butuh air, Pak,” kata Dadang dengan nada tegas.

Ia pun menargetkan adanya penambahan sekitar 80 ribu sambungan rumah PDAM dalam waktu dekat. Untuk itu, ia meminta dukungan penuh dari kepala desa dan masyarakat agar tidak menghambat program strategis daerah.

“Mohon bantuan para Kepala Desa, jangan mengganggu program strategis daerah. Punten yeuh, para Kepala Desa. Kalau masyarakat sehat, ya tadi berpengaruh terhadap kesehatan,” ujarnya.

Dalam pernyataannya yang diselingi bahasa Sunda, Dadang juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial. “Titingalina hirup teh sorangan weh. Padahal masih banyak, kita nggak bisa hidup sendiri karena kita makhluk sosial,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap proyek infrastruktur, termasuk perbaikan jalan yang kerap menimbulkan dampak sementara bagi masyarakat. “Lamun misalkan di Banjaran aya perbaikan, ya tolong bantu. Jangan sampai ada kejadian program pemerintah diganggu, saya tidak mau,” tegasnya.

Menutup arahannya, Dadang meminta dukungan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat agar program pembangunan berjalan lancar demi meningkatkan kualitas hidup warga Kabupaten Bandung secara menyeluruh.

“Ini semua kebutuhan masyarakat. Terima kasih atas hal-hal yang sudah kita lakukan, tapi ke depan harus lebih baik lagi,” pungkasnya.

@bil

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.