AIA Soroti Minimnya Jalan Tol dan Kemacetan Parah di Sulawesi Selatan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras./visi.news/ist.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya fasilitas rest area di jalan tol. Ia mengusulkan agar pemerintah membuka peluang investasi lebih luas kepada pihak swasta, tidak hanya mengandalkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Menurutnya, banyak pihak swasta yang tertarik berinvestasi di rest area, namun terkendala proses perizinan yang panjang dan kompleks.
“Tidak harus BUJT yang membangun rest area. Swasta juga bisa dilibatkan agar pembangunan lebih cepat dan kebutuhan pengguna jalan terpenuhi,†tegasnya.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga turut menyinggung pengelolaan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni yang dinilai sudah cukup baik. Namun, ia menekankan pentingnya pengaturan lalu lintas yang lebih fleksibel oleh aparat di lapangan.
Distribusi kendaraan antar pelabuhan, seperti pemisahan jalur untuk truk, bus, mobil, dan sepeda motor, perlu terus dioptimalkan. Ia juga mengusulkan adanya mekanisme pengalihan kendaraan jika terjadi penumpukan di salah satu pelabuhan.
“Koordinasi antara operator pelabuhan dan kepolisian harus diperkuat agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terjadi penumpukan,†pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!