Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi
Ilustrasi./visi.news/halodoc.
Namun, sering terbangun atau terjaga dalam waktu lama pada tengah malam dapat mengganggu kualitas tidur.
Bhopal menambahkan, tidur kurang dari tujuh jam dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, dan waktu reaksi. Kekurangan tidur juga dapat terakumulasi jika berlangsung terus-menerus.
Cara Menjaga Kualitas Tidur
Bhopal menyarankan seseorang tidak terlalu terobsesi mencari "tidur sempurna". Menurutnya, stres dan kecemasan mengenai kualitas tidur justru dapat membuat seseorang semakin sulit beristirahat.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kualitas tidur antara lain mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hari, melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengelola stres, mengurangi penggunaan stimulan, menghindari kafein enam hingga delapan jam sebelum tidur, menghindari nikotin setidaknya dua jam sebelum tidur, dan mengurangi penggunaan ponsel pada malam hari.
Dokter Ruchir Patel, juga menyarankan agar konsumsi kafein dan nikotin diperhatikan karena keduanya dapat memengaruhi waktu istirahat.
Sementara itu, waktu sebelum tidur dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca, mendengarkan musik, melakukan peregangan, mandi, berjalan santai, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Jika seseorang sudah tidur cukup tetapi tetap merasa lelah setiap hari, Bhopal menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tidur.
Dengan demikian, menentukan waktu tidur tidak harus terpaku pada jam tertentu. Menyesuaikan jadwal dengan ritme tubuh, mencukupi durasi tidur, dan menjaga pola tidur secara konsisten menjadi hal penting untuk membantu mempertahankan energi dan kesehatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!