Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi
Ilustrasi./visi.news/halodoc.
VISI.NEWS - Tidak ada satu waktu tidur yang paling ideal untuk semua orang. Waktu tidur yang tepat bergantung pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, serta kemampuan seseorang menjaga durasi dan jadwal tidur secara konsisten.
Dilansir dari Eating Well, Kamis (28/8/2026), psikolog Eric Zhou, dari Harvard Medical School mengatakan waktu tidur sebaiknya disesuaikan dengan ritme sirkadian masing-masing orang.
Psikiater Nishi Bhopal, menyarankan seseorang menentukan waktu tidur berdasarkan waktu bangun yang dibutuhkan setiap hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.
Menurut Bhopal, menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas serta menjaga energi sepanjang hari.
Zhou menjelaskan, sebagian orang merupakan tipe early bird yang cenderung merasa lebih baik jika tidur lebih awal dan bangun pagi. Sebaliknya, tipe night owl biasanya lebih nyaman tidur lebih larut dan bangun lebih siang.
Namun, sebagian besar orang berada di antara kedua tipe tersebut. Karena itu, waktu tidur tidak harus mengikuti satu patokan jam tertentu.
Selain waktu tidur, kualitas tidur juga berperan terhadap energi pada keesokan harinya. Sering terbangun pada malam hari, sulit tertidur kembali, atau tetap merasa lelah pada siang hari meski sudah tidur cukup dapat menjadi tanda kualitas tidur yang kurang baik.
Zhou mengatakan terbangun satu atau dua kali pada malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal jika seseorang dapat kembali tidur dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit.
Namun, sering terbangun atau terjaga dalam waktu lama pada tengah malam dapat mengganggu kualitas tidur.
Bhopal menambahkan, tidur kurang dari tujuh jam dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, dan waktu reaksi. Kekurangan tidur juga dapat terakumulasi jika berlangsung terus-menerus.
Cara Menjaga Kualitas Tidur
Bhopal menyarankan seseorang tidak terlalu terobsesi mencari "tidur sempurna". Menurutnya, stres dan kecemasan mengenai kualitas tidur justru dapat membuat seseorang semakin sulit beristirahat.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kualitas tidur antara lain mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hari, melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengelola stres, mengurangi penggunaan stimulan, menghindari kafein enam hingga delapan jam sebelum tidur, menghindari nikotin setidaknya dua jam sebelum tidur, dan mengurangi penggunaan ponsel pada malam hari.
Dokter Ruchir Patel, juga menyarankan agar konsumsi kafein dan nikotin diperhatikan karena keduanya dapat memengaruhi waktu istirahat.
Sementara itu, waktu sebelum tidur dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca, mendengarkan musik, melakukan peregangan, mandi, berjalan santai, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Jika seseorang sudah tidur cukup tetapi tetap merasa lelah setiap hari, Bhopal menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tidur.
Dengan demikian, menentukan waktu tidur tidak harus terpaku pada jam tertentu. Menyesuaikan jadwal dengan ritme tubuh, mencukupi durasi tidur, dan menjaga pola tidur secara konsisten menjadi hal penting untuk membantu mempertahankan energi dan kesehatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!