Agam Rinjani, Porter Tangguh di Balik Aksi Kemanusiaan di Gunung Rinjani

ED
Jumat, 27 Juni 2025 | 17:46 WIB
Bagikan
Agam Rinjani, Porter Tangguh di Balik Aksi Kemanusiaan di Gunung Rinjani

VISI.NEWS | BANDUNG - Agam Rinjani, seorang porter gunung asal Lombok, mendadak menjadi sorotan publik nasional dan internasional setelah perannya dalam proses evakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh di tebing Gunung Rinjani. Aksi heroiknya tidak hanya menggambarkan ketangguhan fisik, tetapi juga rasa kemanusiaan yang mendalam di tengah medan ekstrem.

Sebagai porter senior, Agam sudah lebih dari satu dekade mendampingi para pendaki menaklukkan Rinjani. Ia terbiasa mengangkut perlengkapan berat, menavigasi jalur-jalur terjal, dan menjadi penunjuk arah bagi mereka yang belum mengenal kerasnya alam gunung. Namun, membawa jenazah pendaki dari tebing curam adalah pengalaman yang berbeda—penuh tekanan emosional dan risiko keselamatan.

Menurut unggahan di akun Instagram pribadinya, @agamrinjani, Agam menceritakan bahwa ia bersama tim relawan harus bermalam di lokasi yang sangat berbahaya, tepat di atas tebing vertikal dengan bebatuan labil. Mereka menjaga jenazah Juliana dari jarak tiga meter, menanti bantuan tambahan untuk proses evakuasi ke atas. “Kami gabungan tim relawan menjaga korban dan bermalam di tebing vertikal yang curam,” tulis Agam pada Kamis (26/6/2025).

Dedikasi seperti inilah yang membuat Agam menuai pujian luas. Unggahan-unggahan di Instagram-nya kini dibanjiri komentar dari warga Brasil yang mengucapkan terima kasih dan menyebutnya sebagai pahlawan sejati. Respons ini datang tidak hanya dari pendaki, tetapi juga masyarakat umum yang terharu melihat keberanian dan empati yang ditunjukkan oleh Agam.

Di kalangan sesama porter, Agam dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan tak pernah mengeluh. Ia tidak mencari ketenaran atas tindakannya. “Kami hanya melakukan apa yang harus dilakukan,” katanya singkat ketika diwawancarai oleh media lokal. Baginya, keselamatan dan penghormatan terhadap nyawa manusia adalah prioritas utama, terlepas dari asal-usul si korban.

Insiden tragis yang menimpa Juliana Marins menjadi pengingat akan risiko pendakian, tetapi juga menyinari sisi kemanusiaan dari profesi yang kerap dipandang sebelah mata: porter gunung. Dalam diam, mereka bekerja keras di balik layar petualangan para pendaki, dan di kasus Agam, ia bahkan menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam menghadapi situasi krisis.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.