Affiliate Marketing Jadi Sorotan dalam Evolusi Influencer E-commerce Asia Tenggara

ED
Jumat, 18 Juli 2025 | 12:24 WIB
Bagikan
Affiliate Marketing Jadi Sorotan dalam Evolusi Influencer E-commerce Asia Tenggara

VISI.NEWS | BANDUNG -Riset tahunan ketiga ini mengungkap bagaimana brand, kreator, dan platform menulis ulang playbook commerce digital di Asia Tenggara, dengan perspektif dari konsumen, pemasar, dan para enabler.

 

Jakarta, 18 Juli 2025 – impact.com, platform pemasaran kemitraan commerce terkemuka di dunia, bersama Cube, penyedia intelijen pasar e-commerce, merilis edisi ketiga laporan tahunan tentang influencer marketing e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Bertajuk ‘E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia’, laporan tahun 2025 ini mengungkap bagaimana pemasaran afiliasi (affiliate marketing) muncul sebagai penggerak kuat pertumbuhan commerce influencer, seiring brand dan kreator menghadapi ekspektasi konsumen yang semakin tinggi akan orisinalitas, nilai, dan relevansi. Laporan ini juga memberikan wawasan praktis bagi brand dalam menghadapi perubahan tersebut untuk membangun strategi afiliasi yang efektif dan siap menghadapi masa depan di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Berdasarkan wawasan lebih dari 2.400 konsumen, kreator, dan pakar industri di enam pasar Asia Tenggara (Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina), laporan ini meninjau kondisi kemitraan dengan kreator serta memberikan rekomendasi strategi platform untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Laporan ini mengungkapkan bahwa penetrasi media sosial terus meningkat di wilayah ini, dengan Facebook (91%) dan YouTube (89%) mempertahankan tingkat penggunaan tertinggi, di mana YouTube menduduki peringkat pertama untuk keterlibatan dengan konten influencer dan selebritas.

Laporan ini juga mengungkap pergeseran perilaku konsumen di Asia Tenggara. Hiburan tetap menjadi alasan utama konsumen berinteraksi dengan konten influencer, namun tujuan untuk belajar kini semakin penting, dengan 77% responden mencari hiburan dan 64% ingin mempelajari hal baru. Kesenjangan antar tingkatan influencer pun semakin mengecil akibat penurunan tingkat kepercayaan terhadap influencer dengan jumlah pengikut besar, di mana hanya 59% responden yang mengaku terpengaruh oleh mega influencer (dengan lebih dari 1 juta pengikut), turun 7% dibandingkan tahun lalu. Konten shoppable juga terbukti sangat efektif dalam mendorong pembelian, dengan tautan produk yang dibagikan kreator (31%) serta promosi yang dijalankan platform (30%) mengungguli promosi brand atau unggahan influencer tanpa tautan pembelian langsung.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.