Aep S. Abdullah Sampaikan Khutbah Idul Fitri: Keberagaman adalah Sunatullah
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Ratusan umat Islam memadati Jalan Protokol Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Senin (31/3/2024) pagi untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut, Aep S. Abdullah selaku imam dan khatib menyampaikan khutbah yang menyoroti pentingnya keberagaman sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Dalam khutbahnya, Pengurus Yayasan BBA ini, memulai dengan mengajak jamaah untuk bertakbir dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama bulan suci Ramadan. Ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momen perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan spiritual yang telah dilalui. “Hari ini kita merayakan kemenangan, bukan hanya atas nafsu diri, tetapi juga kemenangan dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” ujarnya.
Aep menyoroti bahwa Ramadan telah mengajarkan keseimbangan antara ibadah vertikal kepada Allah dan kesalehan sosial kepada sesama manusia. “Kita telah berlatih untuk menahan lapar dan haus agar bisa lebih memahami penderitaan mereka yang kurang beruntung. Ini adalah pelajaran penting untuk terus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata penasehat DKM Al Muttaqin ini.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Aep mengingatkan bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan perpecahan, tetapi justru menuntun umatnya untuk saling mengenal dan menghormati satu sama lain. “Allah menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa bukan untuk saling membanggakan diri, melainkan untuk saling mengenal,” katanya mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13.
Dalam konteks keberagaman di Indonesia, Aep menyatakan bahwa negara ini telah menjadi contoh dalam hal toleransi dan kebersamaan. “Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, dan agama. Keberagaman ini adalah anugerah, bukan sumber perpecahan. Jika kita hanya menerima orang yang seragam dengan kita, maka kita belum memiliki jiwa toleransi yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam fanatisme yang berlebihan terhadap golongan atau tafsir tertentu. “Menjadikan agama, suku, atau golongan sebagai hal yang paling utama bisa membawa kita kepada kesyirikan terhadap pemahaman agama itu sendiri. Islam mengajarkan kita untuk menuhankan Allah, bukan menuhankan golongan,” tegasnya.
Selain itu, Aep menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan politik yang ada. Ia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memecah belah persaudaraan. “Islam mengajarkan persatuan, bukan perpecahan. Kita harus lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan lebih fokus pada kebaikan bersama,” katanya.
Di penghujung khutbah, Aep berpesan agar umat Islam terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadan. “Jangan biarkan amal ibadah kita hanya berhenti di bulan Ramadan. Mari kita lanjutkan dengan memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Itulah hakikat kemenangan sejati di hari yang fitri ini,” pungkasnya.
Khutbah Idul Fitri yang disampaikan Aep S. Abdullah mendapat respon positif dari jamaah yang hadir. Setelah khutbah, jamaah melanjutkan tradisi halal bihalal, saling bermaafan, dan merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!