Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ada Konten Judol dan Pornografi, Kemkomdigi Blokir Archive.org

Desi Rossilawati
Kamis, 29 Mei 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
Ada Konten Judol dan Pornografi, Kemkomdigi Blokir Archive.org
VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa keputusan untuk memblokir sementara platform Internet Archive (Archive.org) diambil sebagai langkah tegas namun terukur demi melindungi masyarakat dari konten berbahaya. Langkah ini dilakukan setelah ditemukannya konten bermuatan pornografi dan perjudian online (judol) yang dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyampaikan bahwa pemblokiran ini bukan kebijakan yang diambil tiba-tiba. “Langkah ini bukan sekadar pemblokiran. Juga tidak diambil dengan gegabah. Kami telah berupaya berkomunikasi dengan pihak Internet Archive melalui surat resmi sebanyak beberapa kali, namun tidak mendapat respons yang memadai. Jadi langkah cepat harus diambil untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan aman bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/5/2025). Kemkomdigi menekankan bahwa proses dialog dan pemberitahuan telah dilakukan sebelumnya. Bahkan, pemerintah memberi waktu kepada pihak Archive.org untuk memperbaiki dan menindaklanjuti temuan pelanggaran, namun tak direspons secara memadai. Maka, pemblokiran dilakukan sebagai bentuk eskalasi agar dialog bisa terbuka kembali. “Kami menyadari nilai Internet Archive sebagai arsip digital dunia. Tapi nilai itu tidak bisa dijadikan tameng untuk membiarkan konten berbahaya dan melanggar hukum tetap tersedia di Indonesia,” tegas Alexander. Selain pelanggaran terkait judol dan pornografi, Kemkomdigi juga mengungkap adanya konten di Internet Archive yang berpotensi melanggar hak cipta, termasuk buku, film, dan musik yang belum jelas status izinnya. “Indonesia punya UU Hak Cipta. Kami juga bertanggung jawab melindungi industri kreatif nasional dari pembajakan digital. Maka konten-konten yang belum jelas status lisensinya perlu dievaluasi bersama,” tambahnya. Alexander menegaskan bahwa pemblokiran bersifat sementara. Akses akan dibuka kembali jika pihak Archive.org menindaklanjuti temuan pemerintah, membersihkan konten bermasalah, dan memperkuat sistem moderasi konten mereka. Kemkomdigi juga mencontohkan bahwa pembatasan terhadap platform global bukanlah hal baru secara internasional. Negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, India, dan Turki pun pernah melakukan hal serupa terhadap Archive.org. “Tiongkok sudah memblokir sejak 2012, Rusia pernah blokir selama dua tahun, India memblokir sebagian akses karena konten sensitif, Turki juga sempat membatasi. Jadi ini bukan hal yang aneh dalam konteks pengelolaan kedaulatan digital,” katanya. Di akhir pernyataan, Alexander kembali menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk kerja sama dan dialog, namun perlindungan terhadap masyarakat dan generasi muda adalah prioritas utama. “Pada akhirnya, yang kami jaga bukan sekadar sistem atau teknologi, tetapi manusia di balik layar, anak-anak kita, keluarga kita, generasi masa depan,” pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.