Ace Hasan Syaszily Resmi Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
VISI.NEWS | JAKARTA- Ace Hasan Syadzily secara resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang berlangsung Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (27/2/2022). Ace Hasan menggantikan Ade Barkah yang terjerat kasus hukum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Ini yang Disampaikan Ace Hasan SyadzilyAce Hasan lahir di Pandeglang Banten 19 September 1976. Lahir dari pasangan KH Tb A. Rafei Ali dan Hj Siti Sutihat. Dibesarkan dalam tradisi Pesantren yang kental dan aktivitas politik yang sangat kuat.
Ayahnya seorang Pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah di Pandeglang dan juga aktivis Golkar di era Orde Baru dalam kepengurusan DPD Golkar Kab Pandeglang Banten. Ayahnya pernah menjadi Anggota DPRD dari Golkar selama 4 periode.
Ace menyelesaikan sekolah dasarnya di Labuan, melanjutkan pendidikan pada Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, dengan menamatkan Sekolah Menengahnya. Pada tahun 1994 melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) pada Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tahun 2001 melanjutkan Pendidikan S2 bidang Antropologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia yang diselesaikannya pada tahun 2004. Tahun 2010 melanjutkan studi S3 bidang Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Bandung, yang diselesaikannya tahun 2014.
Aktivitas berorganisasinya ditempa sejak menginjak Sekolah Menengah di Pesantren dan masa kuliahnya. Semasa kuliah tercatat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1995-1997, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1997-1988 dan menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1998-2000.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!