Abuya KH Muhammad Muhyiddin: Pentingnya Jaga Kedaulatan Bangsa
VISI.NEWS | SUMEDANG - Pimpinan pondok pesantren islam internasional terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Abuya Prof Dr (HC) KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi MA menyoroti soal pentingnya menjaga kedaulatan bangsa.
Hal itu diungkapkan Abuya dalam acara Rajaban Akbar 1445 H di Pondok Pesantren Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Dusun Simpang, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (2/2/2025).
Di hadapan ribuan jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Barat dan luar provinsi, Abuya mengingatkan bahwa Indonesia adalah milik rakyatnya dan harus dijaga dengan baik agar tidak dikuasai oleh pihak asing atau kelompok tertentu yang ingin melemahkan negeri ini.
"Indonesia adalah negeri kita, jangan sampai kita menjadi tamu di negeri sendiri," tegasnya.
Abuya menyampaikan kekhawatirannya terhadap fenomena sosial, politik, dan ekonomi yang dapat mengancam eksistensi bangsa.
Menurutnya, saat ini sudah banyak rakyat Indonesia yang merasakan keterasingan di tanah kelahirannya sendiri akibat berbagai faktor, termasuk ketimpangan sosial dan pengaruh pihak luar.
"Sekarang sudah banyak yang merasakan menjadi tamu di negerinya sendiri. Jika kita tidak segera bertindak, kondisi ini akan semakin parah dan kita akan kehilangan kendali atas negeri ini," lanjutnya.
Abuya juga mengingatkan bahwa ada pihak-pihak yang mencoba memecah belah bangsa dengan mengatasnamakan agama, padahal tujuan mereka adalah melemahkan persatuan.
"Kita harus waspada! Jika bangsa ini lemah, mereka akan mudah menguasainya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkokoh ukhuwah dan menyatukan persepsi demi menjaga keutuhan bangsa," ujarnya.
Abuya menekankan bahwa menjaga Indonesia tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Seluruh elemen bangsa, termasuk ulama, habaib, tokoh masyarakat, TNI, Polri, ormas, dan partai politik, harus bersatu untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.
"Jika kita tidak bangkit menjaga negeri ini, maka dalam waktu singkat Indonesia bisa menjadi seperti negara-negara lain yang kini mengalami kehancuran akibat konflik internal dan intervensi asing," jelasnya.
Abuya mengajak seluruh umat Islam dan warga Indonesia untuk tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, baik antar sesama Muslim maupun dengan non-Muslim, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jangan sampai kita tercerai-berai karena propaganda yang ingin melemahkan bangsa ini. Jalin ukhuwah dengan sesama Muslim dan juga dengan seluruh warga Indonesia, karena kita semua adalah satu bangsa," pesannya.
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Pondok Pesantren Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, bahwa pondok pesantren, terutama Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, telah mengambil peran besar dalam menjalankan tugas-tugas negara, terutama dalam pendidikan dan pembinaan moral masyarakat.
"Tugas dan fungsi negara yang dilakukan oleh Ponpes Asy-Syifaa sangat luar biasa. Saya mengapresiasi Abuya sebagai guru para kiai yang telah menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya," ujar Cucun.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana Abuya membangun pondok pesantren ini dari nol tanpa bantuan negara.
Menurutnya, perjuangan Abuya dalam mendidik umat dan berdakwah ke berbagai daerah adalah bentuk nyata dari pengabdian yang luar biasa.
"Saya menjadi saksi hidup bagaimana Abuya mendirikan pondok ini, berdakwah keliling, dan membangun dari awal. Jasa ulama dan para kiai dalam mengambil tugas negara bukanlah sesuatu yang kecil, melainkan sangat besar," tegasnya.
Sebagai wakil rakyat Dapil Jabar 2 Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Cucun mengucapkan rasa terima kasih kepada para ulama dan kiai atas peran serta mereka dalam membangun bangsa.
"Atas nama negara, saya mengucapkan terima kasih atas jerih payah, tenaga, pikiran, dan materi yang telah dikeluarkan oleh Abuya dan para ulama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.
Menurutnya, kehadiran pondok pesantren bukan sekadar untuk membentuk generasi yang kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki peran sosial yang besar.
"Pesantren bukan hanya untuk mendidik santri dalam keilmuan agama, tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Abuya mendidik kita semua untuk hadir dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar para santri bisa memberikan manfaat ketika kembali ke kampung halaman masing-masing," jelasnya.
Cucun juga menyoroti bagaimana Ponpes Asy-Syifaa tidak ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, metode dakwah yang dulu dilakukan oleh Walisongo, kini dilakukan oleh Abuya dengan pemanfaatan teknologi dan media sosial yang luar biasa.
"Sekarang banyak orang yang tidak memahami agama tetapi lebih dicintai masyarakat hanya karena menguasai media sosial. Tapi Ponpes Asy-Syifaa tidak ketinggalan dalam hal ini," tambahnya.
Cucun yang juga pengurus DPP PKB ini pun mengaku selalu mengikuti perkembangan media sosial pesantren sebagai bentuk keseimbangan dalam menghadapi perubahan zaman.
"Saya selalu mengikuti perkembangan media sosial Ponpes Asy-Syifaa. Ini adalah salah satu wujud bagaimana pesantren ini mampu mengimbangi kondisi zaman dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam," tutupnya.
Dengan apresiasi yang diberikan oleh Wakil Ketua DPR RI ini, diharapkan peran pondok pesantren semakin diakui sebagai lembaga yang berkontribusi besar bagi bangsa, baik dalam aspek pendidikan, sosial, maupun dakwah Islam di era modern. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!