Abu Yazid Al-Busthami, Ulama Sufi yang Berbakti kepada Ibunya
Sebelumnya, dalam kitab Tadzkiratul Auliya karya Fariduddin Aththar, ada kisah lain yang menunjukkan kebaktian Abu Yazid kepada ibunya. Suatu malam, ibunya terbangun dan haus, tetapi tidak ada air minum. Abu Yazid keluar untuk mencari air dan membawanya pulang. Namun, ia mendapati ibunya sudah tertidur lagi. Ia pun memutuskan untuk tidak tidur dan memegang tempat minum itu sampai pagi. Ia takut ibunya tidak menemukan air jika ia tidur. Ketika ibunya bangun, ia bertanya, "Nak, kenapa kamu belum tidur?" Abu Yazid menjawab, "Jika tidur, aku takut ibu tidak menemukan air minum ini."
Dari kisah-kisah ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa ridha dan doa orang tua, terutama ridha dan doa seorang ibu, sangat berarti dan dapat memengaruhi perjalanan kehidupan seseorang. Dengan berbakti kepada orang tua, kita akan mendapatkan keberuntungan dan keberkahan. Sebaliknya, durhaka terhadap orang tua bisa membawa malapetaka di dunia dan akhirat. Wallahu a'lam.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!