Abu Anak Krakatau Mengarah ke Bandung

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 08:29 WIB
Bagikan
Abu Anak Krakatau Mengarah ke Bandung

Ilustrasi. /visi.news/ai

BMKG melalui Stasiun Geofisika Bandung menyatakan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu dini hari bukan disebabkan oleh aktivitas gempa bumi maupun fenomena cuaca lokal. BMKG melakukan evaluasi terhadap data kegempaan, aktivitas petir, kondisi atmosfer, hingga magnet bumi

BMKG juga mencatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit dan adanya peningkatan aktivitas petir di sekitar gunung tersebut. Meski demikian, BMKG menilai kecil kemungkinan suara erupsi tersebut merambat hingga Bandung Raya. Arah angin dari timur ke barat pada saat kejadian justru memperkecil kemungkinan rambatan suara erupsi menuju Bandung. 

Artinya, adanya sebaran abu vulkanik yang kemudian terdeteksi mencapai Bandung tidak serta-merta membuktikan bahwa suara dentuman yang terdengar warga Bandung berasal dari Gunung Anak Krakatau.

Penyebab suara dentuman tersebut masih menjadi bagian dari kajian lanjutan BMKG.

Anomali Turut Dipantau

Dalam penyelidikan fenomena dentuman di Bandung Raya, BMKG menemukan sejumlah anomali yang masih dianalisis.

Pemantauan di Pulau Sebesi merekam anomali pada seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB. Sementara itu, stasiun magnet bumi di Sukabumi dan Serang mencatat gangguan magnetik internal bumi pada rentang 4 September pukul 23.00 WIB hingga 5 September pukul 02.00 WIB.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa temuan tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab suara dentuman yang terdengar masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.