Abu Anak Krakatau Mengarah ke Bandung
Ilustrasi. /visi.news/ai
VISI.NEWS — Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung pada Sabtu (5/9/2026). Di tengah erupsi yang berlanjut, sebaran abu vulkanik terpantau meluas hingga sejumlah wilayah di Sumatra dan Jawa, termasuk Bandung.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena jarak antara sumber erupsi di Selat Sunda dengan wilayah Bandung cukup jauh. Pergerakan abu vulkanik sendiri sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin pada lapisan udara yang berbeda.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pemantauan satelit mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam dua klaster ketinggian. Citra sebaran abu vulkanik BMKG merupakan hasil analisis berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan penurunan kualitas udara akibat partikel abu vulkanik.
Dua Klaster Ketinggian
Sebaran abu vulkanik tidak selalu bergerak dalam satu arah atau berada pada satu lapisan atmosfer. Perbedaan ketinggian dapat membuat abu terbawa angin menuju wilayah yang berbeda.
BMKG mendeteksi sebaran abu Gunung Anak Krakatau dalam dua klaster ketinggian. Salah satu klaster bergerak menuju wilayah yang mencakup kawasan Lampung hingga Bengkulu, sementara klaster lainnya terdeteksi mencapai wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung.
Pergerakan tersebut tidak berarti seluruh wilayah yang berada dalam jalur sebaran akan mengalami dampak dengan intensitas yang sama. Konsentrasi abu di permukaan sangat bergantung pada kondisi atmosfer, jarak dari sumber, serta perubahan arah dan kecepatan angin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!