Abaikan Trump, Israel Kembali Gempur Jantung Teheran dan South Pars
Sebelumnya, Teheran telah membalas serangan Israel dengan menghantam fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar. Mengingat fasilitas tersebut memproses seperlima pasokan LNG dunia, kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki. Jalur ekspor alternatif di Laut Merah milik Arab Saudi juga dilaporkan mulai menjadi sasaran serangan.
Situasi di Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia, kini berada dalam kondisi kritis. Meski harga energi sempat sedikit mereda setelah adanya komitmen dari negara-negara Eropa dan Jepang untuk menjaga jalur pelayaran, ketidakpastian tetap tinggi.
Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan mereka untuk menstabilkan pasar. Namun, langkah militer masih menjadi opsi terakhir. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan posisi Eropa saat ini.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan keterlibatan militer baru akan dipertimbangkan setelah konflik mereda.
Konflik yang pecah sejak akhir Februari ini telah menelan ribuan korban jiwa dan kini mengancam stabilitas ekonomi dunia melalui guncangan pasar energi yang belum pernah terjadi sebelumnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!