Di Solo Ada Gerakan Pakai Kebaya untuk Dukung Kebaya Warisan Budaya Dunia

ED
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 05:50 WIB
Bagikan
Di Solo Ada Gerakan Pakai Kebaya untuk Dukung Kebaya Warisan Budaya Dunia

VISI.NEWS | SOLO - Busana tradisional kebaya yang setiap memperingati Hari Kartini dikenakan kaum hawa di Indonesia, digaungkan secara nasional untuk diusulkan ke lembaga dunia UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda.

Dalam mendukung usulan tersebut, alumni SMA Negeri 4 bersama warga Kota Solo meluncurkan gerakan nasional pakai kebaya untuk sosialisasi dengan target utama kalangan generasi muda. Dalam rangkaian peluncuran gerakan nasional pakai kebaya tersebut, alumni SMA Negeri 4 Solo akan menggelar sosialisasi di kawasan car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi tidak jauh dari rumah dinas Wali Kota Solo "Loji Gandrung" dan melibatkan lebih dari 100 orang berkebaya.

Ketua Panitia Sosialisasi Gerakan Pakai Kebaya, Lusiana Wiwik, menjelaskan kepada VISI.NEWS, di Wedangan Sriwedari, Jumat (26/8/2022), tujuan pengusulan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO adalah agar busana tradisional tersebut tidak punah tetapi dapat semakin berkembang. Kesepakatan untuk mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO, dicapai pada Kongres Kebaya yang digelar pada 2021 lalu.

"Jadi pengakuan UNESCO terhadap kebaya sebagai warisan budaya tak benda, merupakan upaya agar kebaya dikenakan berbagai generasi. Karena kebaya bukan merupakan busana hanya untuk orang-orang tua di forum-forum resmi. Kebaya yang tidak formal dan tidak terkesan berat, bisa dikenakan generasi muda untuk kegiatan sehari-hari," ujarnya.

Diluncurkannya gerakan pakai kebaya secara nasional, sambungnya, sebagai upaya mencapai target pengakuan UNESCO setelah pengakuan jamu sebagai warisan budaya tak benda yang kini dalam proses. Menurut Wiwik, saat ini usulan kebaya ke UNESCO belum diproses, karena berdasarkan ketentuan setiap negara hanya bisa mengajukan satu usulan per tahun.

"Pada tahun 2022 ini Indonesia mengajukan jamu sebagai warisan budaya tak benda. Target kami, setelah usulan jamu diterima akan kami usulkan kebaya. Ada tiga model kebaya yang akan kita ajukan ke UNESCO, yaitu Kebaya Kartini, Kebaya Kutahu Baru dan Kebaya Encim," jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.