Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026

8 Kecamatan Mulai Gulirkan Program Padat Karya dari Disnaker

ED
Selasa, 27 September 2022 | 10:25 WIB
Bagikan
8 Kecamatan Mulai Gulirkan Program Padat Karya dari Disnaker

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Program padat karya yang digarap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung terus berlanjut. Kali ini program padat karya mulai berkegiatan di 4 Kecamatan lainnya, setelah dimulai pada 22 September 2022 lalu.

Empat Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Ujungberung, Panyileukan, Cinambo dan Cibiru. Rencananya Padat Karya berlangsung dari 26 September - 6 Oktober 2022.

Sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Gedebage, Buahbatu, Bandungkidul, dan Rancasari pada 22 September-2 Oktober 2022.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi mengatakan, program ini merupakan upaya Pemkot Bandung dalam mengurangi dampak kenaikan BBM.

"Diharapkan mengurangi dampak kenaikan harga BBM, di laksanakan di 30 kecematan. Kita sudah laksanakan di 4 kecamatan sebelumnya. Hari ini kita mulai juga di 4 kecamatan, Ujungberung, Cinambo, Panyileukan dan Cibiru," kata Dicky saat membuka program Padat Karya di Kecamatan Ujungberung, Senin 26 September 2022, dilansir dari laman resmi Pemkot Bandung.

Ia mengatakan, program serupa akan terus dilakukan oleh Disnaker guna membuka seluas-luasnya lapangan kerja bagi masyarakat.

"Ini akan kita lakukan terus, dapat dilakukan terus melalui reses maupun Musrenbang," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ujungberung, Abriwansah Fitri mengatakan, untuk kegiatan padat karya di Kecamatan Ujungberung akan difokuskan untuk pembersihan sungai Cipanjalu yang melewati empat kelurahan di Ujungberung.

"Kita langsung mempersiapkan dan ujungberung sudah siap. Mudah-mudahan dengan kegiatan padat karya ini sungai menjadi bersih," katanya.

Ia mengungkapkan, sebanyak 40 orang turun secara serentak selama 10 hari ke depan. Para peserta merupakan warga tidak mampu serta warga diputus kerja atau dirumahkan, dan warga yang belum mendapatkan kesempatan bekerja

"Sebanyak 40 orang ini kita bagikan ke empat kelurahan. Mereka yang merekomendasikan warganya," jelasnya.

Ia menyebut, kegiatan padat karya yang dilakukan selama 10 hari antara lain pengerukan, pembersihan sampah, dan penormalisasi sungai Cipanjalu.

"Ini juga sebagai kelanjutan program Citarum Harum," ujarnya.

Ia berharap, program padat karya ini terus berlanjut karena dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Ini sangat membantu warga yang belum mendapatkan pekerjaan, harus terus dilanjutkan," katanya.

Salah satu peserta padat karya ialah Tatang Suryana, warga Cigending. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengangkut sampah.

"Sehari dapat Rp 50.000, tapi sekarang harga pada naik. Alhamdulillah bisa ada program ini," kata dia.

Ia berterima kasih dengan adanya program padat karya ini sangat membantu ekonomi keluarganya.

"Alhamdulillah ini sangat membantu buat kehidupan sehari-hari," ungkapnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.