737 Tahanan Palestina Dibebaskan dalam Tahap Pertama Gencatan Senjata Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 18 Januari 2025 | 22:25 WIB
VISI.NEWS | ISAREL - Kementerian Kehakiman Israel mengumumkan bahwa 737 tahanan dan narapidana Palestina akan dibebaskan sebagai bagian dari tahap pertama kesepakatan gencatan senjata Gaza yang disepakati pada Sabtu (18/1/2025). Dalam pernyataan yang dikeluarkan di situs resmi kementerian, mereka menyatakan bahwa pemerintah Israel telah menyetujui pembebasan tahanan yang saat ini berada dalam penjara.
Kesepakatan gencatan senjata ini mendapat persetujuan kabinet Israel pada Sabtu dini hari, mengakhiri ketidakpastian mengenai apakah gencatan senjata akan berlaku pada akhir pekan ini. Pembebasan tahanan akan berlangsung pada Minggu (19/1/2025) pukul 4.00 sore waktu setempat. Daftar tahanan yang dibebaskan mencakup pria, wanita, dan anak-anak Palestina yang sebagian besar dipenjara oleh Israel.
Selain itu, kementerian juga mengumumkan daftar 95 tahanan Palestina, kebanyakan wanita, yang akan dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tawanan untuk Israel yang disandera di Gaza. Beberapa tokoh terkenal yang termasuk dalam daftar ini adalah Zakaria Zubeidi, kepala sayap bersenjata Fatah, dan Khalida Jarar, anggota parlemen Palestina yang tergabung dalam Front Populer untuk Pembebasan Palestina.
Sumber yang dekat dengan kelompok Hamas mengungkapkan bahwa tahap pertama pembebasan sandera mencakup tiga tentara wanita Israel. Meskipun Hamas menganggap semua warga Israel yang telah menjalani wajib militer sebagai tentara, informasi ini juga bisa berlaku bagi warga sipil yang diculik selama serangan yang memicu perang. Pembebasan sandera akan tergantung pada jumlah tahanan yang dibebaskan oleh Hamas. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!