Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

68 Orang Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Terburuk di Nepal

ED
Senin, 16 Januari 2023 | 18:45 WIB
Bagikan
68 Orang Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Terburuk di Nepal

VISI.NEWS | POKHARA, NEPAL - Setidaknya 68 orang dipastikan tewas pada Minggu ketika sebuah pesawat dengan 72 penumpang jatuh di Nepal, kata polisi, dalam bencana penerbangan paling mematikan di negara Himalaya itu dalam tiga dekade.

"Tiga puluh satu (jenazah) telah dibawa ke rumah sakit," kata pejabat polisi AK Chhetri kepada Agence France-Presse (AFP), menambahkan bahwa 36 mayat lainnya masih berada di jurang setinggi 300 meter (600 kaki) yang dimasuki pesawat.

Ini sebagian dikonfirmasi oleh tentara, dengan seorang juru bicara mengatakan 29 mayat telah diambil dan ada 33 lagi di lokasi di Pokhara di Nepal tengah.

"Pesawat itu jatuh ke ngarai sehingga sulit mengevakuasi jenazah. Pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Belum ada korban selamat yang ditemukan," kata juru bicara militer Krishna Prasad Bhandari kepada AFP.

Seorang pejabat setempat mengatakan bahwa beberapa orang yang selamat telah dibawa ke rumah sakit – tetapi hal ini tidak dikonfirmasi oleh maskapai Yeti Airlines atau lainnya.

Juru bicara Yeti Sudarshan Bartaula mengatakan kepada AFP bahwa di antara mereka yang berada di dalam pesawat – 68 penumpang dan empat awak – adalah 15 orang asing termasuk lima orang India, empat orang Rusia, dan dua orang Korea. Sisanya adalah orang Nepal.

Penerbangan dari Kathmandu menabrak jurang dan hancur berkeping-keping antara bandara domestik dan internasional baru Pokhara pada hari Minggu sebelum pukul 11:00 (05:15 GMT).

Setelah kecelakaan itu, petugas penyelamat menyemprot bagian reruntuhan ATR 72 bermesin ganda turboprop sementara asap mengepul dari jurang saat ratusan orang menyaksikan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.