TRADE EXPO INDONESIA KE-36: Sinergi Kawasan Regional Kunci Pemulihan Ekonomi Global
VISI.NEWS | JAKARTA - Adaptasi dan inovasi di masa pandemi covid-19 ini telah melahirkan inisiatif langkah sinergis menuju perbaikan kegiatan nasional dan regional yang akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi global pascapandemi.
Untuk membangun sinergi pemulihan ekonomi dari pandemi yang telah memberikan tekanan selama 2 tahun terakhir, Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (TTI) - agenda utama dalam TEI-DE 2021, mengangkat tema ”Menyediakan Perdagangan Global melalui Penguatan Kemitraan Ekonomi Regional” dengan pembicara tamu dari negara-negara mitra dan organisasi dunia termasuk Bank Dunia.
Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa pandemi telah mengakibatkan perubahan besar dan adaptif dalam sistem dan kegiatan semua sektor demi pemulihan ke normal baru.
“Kini saatnya kita bangkit bersama setelah mengalami keterpurukan ekonomi dimana ekonomi Indonesia tumbuh negatif -2,07% dan pada triwulan II bangkit kembali menjadi positif 7,07 %," kata Mendag di hadapan para pembicara dan peserta Forum TTI.
Reposisi untuk Pertumbuhan
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong juga menyoroti pentingnya dan peran vital dalam membina kemitraan regional di tengah isu-isu global saat ini, terutama kontestasi antara AS dan China, serta perubahan iklim.
“Kemitraan bilateral Indonesia-Singapura telah bertahan lama dan tetap kuat selama pandemi ini, seperti yang telah ditingkatkan dengan Perjanjian Investasi Bilateral Singapura-Indonesia untuk meningkatkan kerja sama investasi dan perdagangan, sekaligus memperkuat peran dan kontribusi ke kawasan. dengan dukungan dari posisi Singapura sebagai salah satu hub interkonektivitas bisnis dunia kata Menteri Gan. Kedua negara bersama seluruh anggota ASEAN berkomitmen untuk memperkuat kemitraan regional.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Departemen Perdagangan dan Perindustrian (DTI) Filipina Ramon M. Lopez menyampaikan, total penduduk Indonesia ditambah dengan Filipina mencapai lebih dari setengah wilayah Asia Tenggara sehingga berpotensi besar untuk dikembangkan. kemitraan lebih lanjut di berbagai sektor untuk meningkatkan peran dan kontribusi ASEAN di kancah global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!