Cerita Peminjam Pinjol dari Mulai Tenor Berubah, Bunga Melambung dan Teror ke Keluarga
VISI.NEWS |BANDUNG - Terbongkarnya bisnis Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang terjadi di sejumlah daerah khususnya Bandung Jawa Barat (Jabar), menyimpan berbagai cerita yang dialami oleh para korban, mulai dari bunga denda yang tidak masuk akal, hingga ancaman yang ditebarkan ke anggota keluarga terdekat.
Salah seorang wiraswasta berinisial LU mengaku pernah meminjam uang sebesar Rp. 3 Juta terhadap salah satu Aplikasi Pinjol, besaran pokok hutang tersebut diakui sudah dibayarkan terhadap Aplikasi Pinjol tersebut namun masih tersisa denda hutang akibat keterlambatan pembayaran.
"Awalnya saya minjam ke salah satu Aplikasi Pinjol dan cair sebesar Rp. 3 Juta dengan tenor waktu 90 hari, namun selang beberapa waktu, ada dua Aplikasi Pinjol lainnya tanpa pemberitahuan terlebih dulu, mentransfer uang ke rekening saya," katanya.
Menurut pria 30 tahun ini, ia tidak pernah mengajukan pinjaman terhadap dua Aplikasi Pinjol lainnya, namun yang terjadi setelah ketiga Aplikasi Pinjol tersebut menyalurkan uang ke rekeningnya, seketika ada pemberitahuan dari ketiga aplikasi tersebut bahwa tenor waktu berubah menjadi tujuh hari.
"Saya kaget dan bingung, bagaimana bisa mengembalikan uang pinjaman Rp. 3 Juta tersebut dalam kurun 7 hari, ditambah ada uang jutaan lainnya yang masuk ke rekening saya secara tiba - tiba dan bingung juga bagaimana mengembalikannya," ungkap LU.
Akibat keterlambatan pengembalian hutang pokok tersebut, lanjut LU, secara otomatis denda hutang terus membengkak hingga puluhan juta dari ketiga aplikasi tersebut, dan teror terhadapnya serta terhadap keluarga pun mulai terjadi hingga salah seorang keluarganya jatuh sakit akibat terus menerus mendapat ancaman dari debt collector online tersebut.
"Meski hutang pokok sudah dibayar, akan tetapi denda nya terus berjalan dan membengkak, bahkan dari satu aplikasi ada tagihan sebesar Rp. 21 Juta, sehingga untuk membayar denda keseluruhan ke tiga aplikasi itu mencapai Rp. 48 Juta, dan berbagai teror pun terjadi," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!