61 Jemaah Haji Asal Kabupaten Sukabumi Pulang
Jemaah haji Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam kloter 13 ketika tiba di Sukabumi pada Rabu (17/6/2026) dini hari./visi.news/andri
VISI.NEWS | SUKABUMI - Jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam kloter 13 telah pulang. Mereka tiba di Sukabumi pada Rabu (17/6/2026) dini hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengatakan seluruh jemaah telah tiba di Sukabumi sesuai jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, rombongan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Setelahnya, jemaah masuk Asrama Haji Bekasi lalu jemaah melakukan perjalanan pulang ke Sukabumi.
Adapun titik kedatangan jemaah dipusatkan di Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi di Pusbangdai, Cikembar, Kecamatan Cikembar.
Para jamaah yang diangkut mengunakan bus
tiba Pusbangdai Cikembang sekitar pukul 03.00 WIB. Sedangkan sejak malam, keluarga jemaah telah menunggu kedatangan anggota keluarganya yang baru menyelesaikan ibadah haji. Suasana haru pun mewarnai momen pertemuan antara jemaah haji dengan keluarganya.
"Alhamdulillah perjalanan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia," kata Abdul Manan.
Dia mengatakan pada pelaksanaan ibadah haji 2026, total 62 jemaah asal Kabupaten Sukabumi yang berangkat. Namun, satu jemaah, wafat saat berada di Makkah pada 31 Mei lalu.
Dengan demikian, jumlah jemaah yang kembali ke tanah air dan tiba di Kabupaten Sukabumi sebanyak 61 orang.
"Untuk jemaah, sebagaimana kita ketahui bahwa dari 62 jemaah kita yang berangkat, ada satu jemaah yang wafat, atas nama Bapak Haji Atjeng bin Mamat, usia 84 tahun, orang Ciutara, Cicurug," kata Manan.
Manan menjelaskan, Atjeng meninggal dunia setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Sepulang dari Mina, kondisi kesehatannya menurun. Saat diperiksa oleh tim kesehatan, jemaah lansia tersebut dinyatakan meninggal dunia di kamar hotel tempatnya beristirahat.
Menurut Manan, faktor usia dan kelelahan diduga menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan almarhum. Pasalnya, rangkaian puncak ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima karena aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga.
"Beliau wafat setelah melaksanakan puncak haji, Armuzna. Artinya kembali dari Mina, kondisi kesehatannya drop, kemudian dicek oleh tim dokter, ternyata beliau meninggal dunia di hotel ketika sedang beristirahat di kamarnya. Begitu laporan dari petugas kesehatan," kata Manan.
Ia menambahkan, almarhum dimakamkan di Kota Suci Makkah. Sementara seluruh barang bawaan milik almarhum, mulai dari koper, air zamzam, hingga tas tentengan, telah dibawa pulang dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain itu, terdapat dua jemaah asal Kabupaten Sukabumi yang harus dijemput oleh petugas kesehatan ke bandara karena mengalami gangguan kesehatan. Sehingga kepulangan ke Sukabumi diantar ambulans.
"Kemudian hari ini juga ada dua jemaah yang langsung dijemput oleh petugas kesehatan ke bandara. Jadi karena kondisi kesehatannya menurun, maka kepulangan ke Sukabumi langsung menggunakan ambulans.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!