56 Ribu Anak Tidak Sekolah di Sukabumi, Pemkab Kaji Faktor Penyebabnya

Desi Rossilawati Andri Somantri
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:31 WIB
Bagikan
56 Ribu Anak Tidak Sekolah di Sukabumi, Pemkab Kaji Faktor Penyebabnya

Wakil Bupati Sukabumi Andreas./visi.news/Andri.

VISI.NEWSPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi akan menindaklanjuti data terkait 56 ribu anak tidak sekolah (ATS). Pemkab akan mengkaji berbagai faktor yang menjadi penyebab masih banyaknya anak yang tidak mengenyam pendidikan.

"Anak tidak sekolah, ada beberapa faktor. Nanti saya mungkin diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, kaitan dorongan-dorongan, karena ada beberapa faktor yang harus kita kaji lagi," kata Wakil Bupati Sukabumi, Andreas.

Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemkab Sukabumi dalam menentukan langkah untuk mendorong anak-anak yang tidak sekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan.

"Yang pastinya, nanti Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya anak-anak ini bisa sekolah terus," kata Andreas.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengungkapkan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat mencapai sekitar 627 ribu anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 56 ribu ATS berada di Kabupaten Sukabumi.

Hal itu diungkapkan Fajar dalam kegiatan audiensi dan dialog pendidikan yang diselenggarakan di SMPN 1 Cikembar, Rabu (5/8/2026).

"Kalau mengacu kepada Inpres Nomor 3 Tahun 2026, yang namanya ATS itu ada tiga. Pertama, anak yang tidak pernah sekolah sama sekali. Yang kedua, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Nah, yang ketiga, anak yang drop out," tuturnya.

Menurut Fajar, kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya faktor ekonomi yang membuat anak harus membantu orang tua bekerja.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.