400 Ribu Lebih Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 12:48 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memantau secara langsung uji coba program makan bergizi gratis atau MBG kepada pelajar di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/11).
"Yang pertama saya mengecek satuan pelayanan program makan bergizi gratis karena kita ingin melihat bagaimana alur kerjanya. Kedua ketersediaan bahan baku yang kebetulan di Kabupaten Sukabumi ini bahan bakunya melimpah dan yang ketiga bagaimana kendala-kendala di lapangan," kata Arie.
Dari tinjauan itu, dia mengapresiasi apa yang dilakukan oleh satuan pelayanan program MBG di desa tersebut, alasannya karena sudah terorganisir secara baik mulai dari pola kerjanya sampai kepada bagaimana makanan itu diantar ke sekolah-sekolah.
Maka dari itu, kata Budi, satuan pelayanan di Warungkiara itu dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Hal lain yang menjadi perhatian Budi yaitu tentang keterlibatan koperasi dan peran serta masyarakatnya. Sehingga selain tercapainya tujuan utama untuk menurunkan angka stunting, program ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
Mengenai koperasi, Budi menyatakan ada 611 koperasi yang aktif di Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, dari jumlah tersebut akan dilihat koperasi mana yang bisa diberdayakan dalam program ini.
"Keterlibat koperasi dalam program makan bergizi gratis ini kan banyak. Termasuk rantai pasok, distribusinya, termasuk memproduksinya yang penting harus melibatkan warga masyarakat lokal," kata dia.
Lebih lanjut, Budi menyatakan satu satuan pelayanan program MBG melayani sebanyak 3.000 penerima manfaat. Adapun jumlah penerima manfaat dari program MBG di Kabupaten Sukabumi sebanyak 400 ribu lebih. Dengan jumlah penerima manfaat yang sebanyak itu maka dibutuhkan ratusan satuan pelayan MBG.
"Satu satuan pelayanan itu menyediakan 3.000-an. Di Sukabumi ini ada 400 ribu sekian penerima manfaat sehingga kalau dibagi 3.000 ada sekitar 100 lebih ," ujarnya.
Arie menuturkan secara nasional program ini akan dimulai pada Januari 2025 mendatang. Adapun penerima manfaat dari program ini mulai dari siswa PAUD, SD, SMP bahkan ibu hamil.
Mengenai anggaran, Budi menegaskan semua ditanggung pemerintah pusat sehingga daerah tak dibebani anggaran. Dia menegaskan kembali bahwa program makan bergizi gratis ini harus dapat menggerakan ekonomi masyarakat
"Kalau tidak salah satu penerima manfaat itu Rp 5 juta. Kalau 400 ribu
berarti Rp 2 triliun bergerak perputaran uang setahun," kata dia.
Sementara itu, uji coba program MBG di wilayah Warungkiara, Kabupaten Sukabumi sudah berjalan sekitar 10 bulan tepatnya dimulai sejak Januari 2024 lalu.
Satuan pelayanan program MBG di Desa Warungkiara itu sudah melayani sekitar 3.000 pelajar dari 20 sekolah mulai PAUD hingga SMA. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!