Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

4 Santri di Sukabumi Tewas Akibat Tertimpa Tembok Kolam yang Roboh

Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 13:05 WIB
Bagikan
4 Santri di Sukabumi Tewas Akibat Tertimpa Tembok Kolam yang Roboh
VISI.NEWS | SUKABUMI - 9 orang santri pondok pesantren (ponpes) Darussyifa Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi tertimpa tembok pematang kolam yang roboh, Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam kejadian itu, 4 orang santri tewas dan 5 orang santri mengalami luka-luka. Sekjen Yaspida Rahmat Adikusuma menuturkan peristiwa itu terjadi di area ponpes tepatnya di lokasi yang pada 5 November lalu tergerus longsor menyebabkan ambrolnya kolam ikan serta kolam penampungan air bersih. "Kejadian berawal saat sejumlah anak berkumpul di lokasi kejadian kemudian mereka terhimpit oleh pematang kolam. Sebelumnya pada tanggal 5 sudah terjadi kejadian longsor jadi seharusnya di daerah itu seharusnya tidak boleh ada orang karena khawatir longsor susulan," ujar Rahmat. Rahmat menyatakan ketinggian tembok pematang kolam yang roboh itu1 meter dan panjangnya sekitar 10 meter. Dalam kejadian ini 4 orang santri dinyatakan meninggal yakni MF, MDA, MAR dan MRR sedangkan 5 orang mengalami luka-luka yaitu MAW, MAH, W, MAS dan NH. Para korban merupakan santri pria dan berstatus siswa SMP. "Peristiwa ini terjadi setelah hujan. Adapun proses evakuasi berlangsung selama 15 menit oleh para pengurus ponpes," katanya. Mereka yang luka-luka kini masih menjalani perawatan di rumah sakit, adapun jenazah 4 santri telah diserahkan ke pihak keluarga. "Untuk masalah pembiayaan perawatan korban yang luka-luka ditanggung pihak Yaspida. Begitu pun untuk korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarganya, Insya Alah ada santunan yang akan diberikan," katanya. Rahmat menyatakan peristiwa itu terjadi di waktu santri lainnya sedang melaksanakan pengajian. Pihak ponpes pun tak mengetahui kenapa para korban berada disana. "Kami pun bingung kenapa ada anak-anak disana pada waktu pengajian. Atas kejadian ini, pihak ponpes akan melakukan evaluasi serta perbaikan-perbaikan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," ujarnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.