Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

31 Siswa SMP Negeri 39 Makassar Ikuti Penyadartahuan Ekosistem Laut di Pulau Barrang Caddi

ED
Sabtu, 22 November 2025 | 16:48 WIB
Bagikan
31 Siswa SMP Negeri 39 Makassar Ikuti Penyadartahuan Ekosistem Laut di Pulau Barrang Caddi

VISI.NEWS | MAKASAR - Sebanyak 31 siswa SMP Negeri 39 Makassar yang berasal dari Pulau Barrang Caddi, Makassar, mengikuti kegiatan penyadartahuan ekosistem pesisir dan laut yang diselenggarakan oleh Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan KEHATI, pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di pulau tersebut juga melibatkan POKMASWAS Sipakatau Barrang Caddi yang turut mendampingi siswa selama permainan edukatif berlangsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari “Program Penguatan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut di Kota Makassar”, yang diinisiasi oleh YKL Indonesia dan KEHATI. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong tata kelola perikanan skala kecil yang lebih berkelanjutan, khususnya di Pulau Barrang Caddi, yang memiliki kekayaan alam laut yang luar biasa.

Dwi Andika, Staf Lapangan YKL Indonesia yang memimpin kegiatan, menjelaskan bahwa edukasi sejak dini kepada generasi muda menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan laut dan perikanan di wilayah kepulauan. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan perikanan, serta peran mereka dalam pelestarian sumber daya alam,” ujar Dwi Andika.

YKL Indonesia menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif melalui permainan edukatif, seperti ular tangga ekosistem laut, puzzle rantai makanan, serta siklus hidup penyu dan ikan. Selain itu, para siswa juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mereka sebelum dan setelah kegiatan, serta menonton video edukatif yang semakin memperkuat pengetahuan mereka.

Muhammad Fauzi Rafiq, Koordinator Program Perikanan YKL Indonesia, menekankan pentingnya keterlibatan multipihak dalam melindungi sumber daya laut. “Pulau Barrang Caddi sudah memiliki banyak inisiatif yang baik, seperti perlindungan penyu dan pengelolaan perikanan kakap-kerapu. Dengan menguatkan peran anak muda, kita harap keberlanjutan pengelolaan dapat terus dijaga hingga masa depan,” ungkapnya.

Para siswa yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat antusias dan merasa senang dengan materi yang disajikan dalam bentuk permainan interaktif. Salwa, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan laut. “Kami tinggal di pulau, tapi masih banyak yang belum kami tahu tentang laut. Hari ini kami belajar bahaya sampah laut, tentang rantai makanan, dan kenapa penyu itu penting untuk dijaga,” ujarnya dengan semangat.

Muhammad Farhan, peserta lainnya, mengaku senang mengetahui bahwa penyu, yang kini masuk dalam kategori terancam punah, memiliki peran besar untuk ekosistem laut. “Ternyata penyu punya peran besar untuk laut. Belajarnya juga seru karena ada permainan dan video,” katanya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Menurut YKL Indonesia, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan wawasan siswa terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan mereka sendiri di Pulau Barrang Caddi. Dwi Andika menambahkan bahwa ke depan, kegiatan serupa akan terus diperluas agar lebih banyak sekolah dan kelompok pemuda di daerah pesisir dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi model bagi daerah lainnya dalam melibatkan generasi muda dalam pelestarian lingkungan,” tutup Dwi.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.