300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya

Desi Rossilawati
Selasa, 1 September 2026 | 15:51 WIB
Bagikan
300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya

Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Sebanyak 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka telah tiba. Ratusan kendaraan roda tiga bertenaga baterai tersebut kini terparkir di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Majalengka, Jalan Lingkar Utara, Cikasarung.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengayuh becak tradisional yang memenuhi kriteria tertentu. Pertimbangan penerima mencakup usia dan kondisi ekonomi.

"Iya, jadi becak listrik di Majalengka, kita alhamdulillah mendapatkan 300 unit. Kemudian syarat-syarat penerimanya, mereka yang sudah berumur 55 sampai 60 tahun ke atas. Desilnya 1 sampai 5," kata Eman dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).

Eman menjelaskan, data desil atau tingkat kesejahteraan rumah tangga menjadi salah satu acuan dalam menentukan penerima bantuan. Ia menegaskan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Iya, dihitung desil. Itu harus betul-betul orang yang membutuhkan," ujarnya.

Menurut Eman, kehadiran becak listrik ditujukan untuk meringankan beban fisik pengayuh becak yang selama ini menggunakan becak konvensional dengan tenaga manual.

"Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik," jelasnya.

Sebelum becak listrik didistribusikan, para penerima akan mendapatkan pelatihan penggunaan kendaraan tersebut. Pelatihan diperlukan karena becak listrik menggunakan sistem elektronik yang perlu dipahami oleh penggunanya.

Eman mengatakan, Yayasan GSN selaku lembaga yang menyalurkan bantuan dijadwalkan melakukan pertemuan untuk membahas teknis dan mekanisme pendistribusian di lapangan.

"Ada pelatihan dulu. Itu kan elektronik, ya. Jadi nanti siang ada tamunya dari Yayasan GSN-nya. Itu kan disalurkan oleh Yayasan GSN," ucapnya.

Terkait jadwal pembagian, Eman menyebut tanggal pendistribusian belum ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Majalengka masih menunggu hasil koordinasi dengan pengurus Yayasan GSN.

"Masih nunggu. Kayaknya nanti setelah pertemuan penentuannya (tanggal distribusi) dengan pengurusnya," ujarnya.

Eman mengungkapkan, jumlah 300 unit tersebut merupakan hasil penambahan dari kuota awal sebanyak 200 unit. Ia sebelumnya meminta agar kuota untuk Majalengka ditambah menjadi 300 unit dan permintaan tersebut disetujui.

"Iya, tadinya di kita juga sama, 200. Cuma saya minta ditambah kuotanya 300, ternyata di-ACC," ungkapnya.

Eman menegaskan, becak listrik tersebut tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum. Penerima bantuan harus merupakan warga yang memang sehari-hari bekerja sebagai pengayuh becak.

"Kan syaratnya mereka yang sudah biasa ngayuh becak. Jadi bukan penerimanya di luar ngayuh becak," pungkasnya.

Adapun kriteria penerima becak listrik berdasarkan keterangan Bupati Majalengka meliputi:

  • Pengayuh becak tradisional.

  • Berusia 55–60 tahun ke atas.

  • Masuk desil 1 sampai 5 berdasarkan tingkat kesejahteraan.

  • Memang sehari-hari bekerja sebagai pengayuh becak.

  • Mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik sebelum pendistribusian.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.