3 Do'a Malam 1 Rajab Rasulullah Hingga Syekh Abdul Qadir Al-Jilani
Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan-Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk-Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat-Nya. Hikmahnya yang sangat indah. Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan.
Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mukminin mukminat." (Syekh Abdul Qadir bin Shalih al-Jilani, Al-Ghunyah, Dārul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1997, juz 1, halaman: 328-329).
Doa Malam 1 Rajab dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Syekh Abdul Qodir Al-Jailani menuliskan doa ma'tsurat yang dibaca pada malam pertama bulan Rajab. Doa ini digoreskan dalam karyanya al-Ghun-yah.
Doa ini juga dikutip ulang oleh Habib Muhammad Amin bin Abu Bakar bin Salim dalam kitab Mâ Yuthlab fî Rajab, serta Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi dalam bukunya Nûrul Anwâr wa Kanzul Abrâr, dikutip dari laman NU.
إِلٰهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ وَقَصَدَكَ فِيْهِ الْقَاصِدُوْنَ وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ، وَلَكَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ وَهَا أَنَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ، اَلْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَامَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَــالَمِيْنَ
Ilahi ta’arradha laka fi hazihil lailatil muta’arridhun wa qoshodaka fihil qoshiduna wa ammala fadhlaka wa ma’rufakat tholibun wa laka fi hazihil lailati nafahatun wa jawa-izun wa ‘athoya wa mawahibun, tamunnu biha ‘ala man tasya-u min ‘ibadika wa tamna’uha mimman lam tasbiq lahul ‘inayatu minka, wa ha ana ‘abdukal faqiru ilaikal muammilu fadhlaka wa ma’rufaka fain kunta ya maulaya tafadhdhalta fi hazihil lailati ‘ala ahadin min kholqika wa jutta ‘alaihi bi ‘a-datin min ‘athfika, fa sholii ‘ala muhammadin wa alihi wa jud ‘alayya bi thoulika wa ma’rufika ya robbal ‘alamin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!