3.970 Keluarga di Kabupaten Bandung Lulus Program KUBE UEP, Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Desi Rossilawati
Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:25 WIB
Bagikan
3.970 Keluarga di Kabupaten Bandung Lulus Program KUBE UEP, Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat membuka kegiatan Peningkatan Kemampuan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bertema 'Graduasi Mandiri Menuju Indonesia Emas dan Penghargaan KUBE UEP Produktif untuk Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas' di Hotel Sutan Raja, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan Pemkab Bandung menargetkan penciptaan 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja baru setiap tahun, salah satunya melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama Usaha Ekonomi Produktif (KUBE UEP). Program ini dinilai sejalan dengan tiga program prioritas Presiden, yakni Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya berharap KUBE UEP ini bisa diarahkan kepada kelompok usaha produktif seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), misalnya dalam penyediaan komoditas cabai dan jamur yang bisa menjadi suplai dapur program Makan Bergizi Gratis,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pada tahun 2026 para pendamping sosial di lapangan diharapkan dapat memanfaatkan peluang pemenuhan kebutuhan program MBG melalui KUBE UEP di bidang pangan, yang dapat menyuplai hingga 29 jenis komoditas seperti bayam, beras, daging ayam, dan telur.

Kang DS juga menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Sosial Kabupaten Bandung dan para pendamping sosial agar ekosistem ekonomi kerakyatan dapat terintegrasi dengan KDMP. Dengan integrasi tersebut, produk-produk hasil KUBE seperti jahit-menjahit, kerajinan, serta olahan pangan dapat ditampung dan dipasarkan kembali kepada masyarakat.

“Saya minta para kepala desa dan camat untuk menemukan orang-orang yang berpotensi dan produktif agar menjadi mitra kita,” tegasnya.

Selain mendorong kemandirian, Kang DS juga menilai keberadaan KUBE UEP menjadi solusi efektif dalam memberantas praktik bank emok karena masyarakat dapat memperoleh keterampilan dan pendapatan secara sehat dan produktif.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.