Hari Kejutan di Piala Arab 2025: Suriah Tumbangkan Tunisia, Palestina Bungkam Qatar di Menit Akhir

ED
Selasa, 2 Desember 2025 | 09:45 WIB
Bagikan
Hari Kejutan di Piala Arab 2025: Suriah Tumbangkan Tunisia, Palestina Bungkam Qatar di Menit Akhir

VISI.NEWS | BANDUNG - Hari pertama Piala Arab FIFA 2025 yang berlangsung pada Senin (1/12/2025) menghadirkan drama besar yang membuat publik sepak bola Asia Barat terhenyak. Dua tim yang tak banyak dijagokan, Suriah dan Palestina, justru tampil sebagai pengendali cerita lewat kemenangan mengejutkan atas Tunisia dan Qatar. Kejutan ganda ini membuat atmosfer pembukaan turnamen berubah total, dari pesta tuan rumah menjadi malam penuh kejutan.

Di Al Rayyan, hampir 30.000 penonton memadati stadion dengan dominasi warna merah dan putih milik pendukung Tunisia. Harapan besar mereka seketika pupus ketika Suriah tampil lebih berani setelah jeda turun minum. Tiga menit babak kedua berjalan, Omar Kharbin memecah kebuntuan melalui tendangan bebas melengkung yang menghantam tiang sebelum meluncur masuk ke gawang Aymen Dahmen. Gol itu langsung mematikan suasana riuh para pendukung Tunisia dan menjadi titik balik permainan Suriah.

Tunisia sebenarnya mencoba bangkit lewat aksi individu Ismael Gharbi dan dua peluang emas Firas Chaouat, namun ketangguhan kiper Suriah Shaher Al Shaker tak tertembus hingga peluit panjang berbunyi. Usai pertandingan, winger Suriah, Mohammad Al Salkhadi, menegaskan bahwa keberhasilan mereka bukanlah kejutan kebetulan. “Kami tidak datang untuk mengisi turnamen. Kalau kami bisa mengalahkan tim sekuat Tunisia, berarti kami punya kapasitas yang sama untuk menantang siapa pun. Yang penting kami menjaga kerendahan hati dan tampil seperti ini lagi,” ujarnya.

Sementara itu, suasana yang tak kalah dramatis terjadi di Al Bayt Stadium, tempat Qatar membuka kampanye turnamen sebagai tuan rumah. Namun alih-alih merayakan kemenangan, ribuan penonton justru pulang dengan wajah terkejut setelah Palestina mencetak 1 gol bunuh diri di menit 90+5. Qatar gagal memanfaatkan sejumlah peluang, termasuk tuntutan penalti setelah kontak antara Akram Afif dan Michael Termanini, yang diabaikan wasit. Palestina kemudian nyaris unggul lewat beberapa serangan balik sebelum akhirnya sundulan Mohammed Saleh memaksa Sultan Al Brake salah mengantisipasi bola dan membuat gawangnya sendiri jebol.

Kemenangan di menit akhir itu langsung membuat bangku cadangan Palestina meledak dalam selebrasi emosional. Penyerang Zaid Qunbar menyebut hasil tersebut sebagai buah dari kerja keras seluruh tim. “Kami berlatih untuk menghadapi tekanan seperti ini. Tim tuan rumah selalu berat, tapi kami percaya diri sejak awal. Target kami jelas: lolos ke babak gugur. Kemenangan hari ini membuat langkah itu semakin mungkin,” katanya.

Di sisi lain, pemain Qatar, Abdulaziz Hatem, tak berusaha menutupi kekecewaannya. Baginya, kekalahan di kandang sendiri bukan sesuatu yang mudah diterima. “Kami ingin memberikan kemenangan untuk para pendukung kami, tetapi kami tidak tampil seperti yang diharapkan. Dua pertandingan lagi akan menentukan, dan kami harus tampil jauh lebih baik,” ucap gelandang senior itu, sembari menegaskan bahwa ruang ganti Qatar bertekad untuk bangkit.

Dua kemenangan kejutan dari Suriah dan Palestina ini menjadikan pembukaan Piala Arab 2025 sebagai salah satu yang paling tak terduga dalam beberapa edisi terakhir. Dari atmosfer stadion yang berubah drastis hingga ekspresi emosional para pemain, hari pertama turnamen menegaskan satu pesan penting: tak ada tim yang bisa diremehkan, bahkan oleh para finalis dan tuan rumah sekalipun. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.