21 Kejadian Karhutla di Sukabumi, 30 Hektare Lahan Terdampak

Desi Rossilawati Andri Somantri
Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:27 WIB
Bagikan
21 Kejadian Karhutla di Sukabumi, 30 Hektare Lahan Terdampak

Kebakaran yang terjadi di wilayah Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 21 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kebakaran tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang saat ini melanda.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan berdasarkan rekapitulasi dalam sistem Sigap, total luasan lahan yang terdampak kebakaran mencapai 30 hektare.

"Kalau kita melihat rekap dari sistem Sigap tercatat 21 kejadian di kecamatan-kecamatan yang terdampak. Untuk total luasan kurang lebih 30 hektar," kata Daeng.

Menurutnya, kebakaran dipengaruhi sejumlah faktor. Selain kondisi cuaca panas dan kering selama musim kemarau, aktivitas manusia juga diduga menjadi salah satu pemicunya.

"Untuk penyebabnya, selain faktor alam yang memicu cuaca panas, diduga dipicu oleh aktivitas manusia juga seperti pembukaan lahan dengan cara membakar yang dilaksanakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Lebih lanjut, Daeng menyatakan, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan dan lahan kering yang mudah terbakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu timbulnya api, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.

Jika penggunaan api untuk keperluan tertentu, masyarakat diimbau menyiapkan sarana pemadaman sederhana seperti air dan tanah dan lainnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.