18 Agustus Fleksibel, Pemerintah Dorong Warga Rayakan Kemerdekaan
Pemerintah berharap keleluasaan tersebut dapat diberikan tanpa mengurangi produktivitas nasional.
Artinya, terdapat keseimbangan antara kebutuhan masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dan tanggung jawab untuk menjaga aktivitas pemerintahan serta perekonomian tetap berjalan.
KSP: Momentum untuk Bersukaria
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman turut menjelaskan latar belakang pemberian fleksibilitas kerja tersebut.
Menurut Dudung, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan.
"Iya, kita juga di sini. Ya mungkin kita memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan, kita bersukaria," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/8/2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah ingin suasana peringatan HUT RI tahun ini tidak hanya berlangsung secara formal melalui upacara kenegaraan.
Ada pula ruang bagi masyarakat untuk menikmati momentum kemerdekaan dengan suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!