Kisah Sahabat yang Sedekah kepada Keluarga dan Kerabat

ED
Sabtu, 8 April 2023 | 14:33 WIB
Bagikan
Kisah Sahabat yang Sedekah kepada Keluarga dan Kerabat

Karenanya wahai Rasulullah, silakan tentukan pentasarufan kebun itu pada tempat yang Allah perlihatkan kepadamu,” seru Abu Thalhah kepada Nabi saw seiring keinginan mendapatkan pahala terbaik di sisi Allah dari sedekahnya. Melihat semangat dan kesungguhan Abu Thalhah yang hendak menyedekahkan harta terbaiknya, kebun kurma Bairaha, Nabi Muhammad saw sangat terkagum-kagum, lalu menjawab:

بَخْ، ذَلِكَ مَالٌ رَابحٌ ، ذَلِكَ مَالٌ رَابحٌ ، وقَدْ سَمِعْتُ مَا قُلْتَ، وَإنِّي أَرَى أنْ تَجْعَلَهَا فِي الْأَقْرَبِيْنَ

Artinya, “Wah, kebun Bairaha itu adalah harta yang banyak keuntungannya, kebun Bairaha itu adalah harta yang banyak keuntungannya. Sungguh aku telah mendengar ucapanmu, dan sungguh sarankan agar agar kebun itu kau sedekahkan kepada para kerabatmu.” (HR Al-Bukhari Muslim). Kisah Abu Thalhah dan kebun Bairaha ini dapat dibaca lebih lengkap dalam banyak kitab hadits. Di antaranya dalam Shahih Al-Bukhari (II/350), Shahih Muslim (III/79), Riyadhus Shalihin (I/204), Sunan An-Nasai (VI/311), dan selainnya.

Setelah mendapatkan petunjuk dari Nabi Muhammad saw, Abu Thalhah kemudian melaksanakannya. Ia kemudian menyedekahkan kebun kurma Bairaha yang menghadap Masjid Nabawi itu kepada para kerabat dan anak pamannya.

Secara lebih detail, merujuk riwayat dalam Marasil Abi Bakr bin Hazm, kebun kurma Bairaha itu kemudian oleh Abu Thalhah disedekahkan kepada kerabatnya, yaitu Ubai bin Ka'b, Hassan bin Tsabit, Syaddad bin Aus, dan Nubaith bin Jabir. Kemudian mereka menghitung harganya. Hassan bin Tsabit kemudian menjual bagiannya kepada Muawiyah seharga 100 ribu dirham, kurang lebih senilai Rp. 400 juta rupiah bila dikonversikan. (Ibnu Allan, Dalilul Falihin, juz II, halaman 426).

Dari kisah ini Ibnu Allan mengambil hikmah, bahwa bersedekah dengan harta terbaik kepada kerabat terdekat adalah lebih utama daripada kepada selainnya. (Ibnu Allan, I/37). Melihat kisah teladan ini kiranya semangat bersedekah ke pihak luar, utamanya dalam waktu-waktu mulia seperti bulan Ramadhan tidak membuat kita lupa untuk lebih memperhatikan dan bersedekah kepada sanak kerabat. Sebab bersedekah kepada sanak kerabat lebih utama. Wallahu a'lam. @mpa/nu.or.id

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.