1,05 Juta Liter Air Diguyurkan dari Udara untuk Padamkan Karhutla Kalbar

Desi Rossilawati
Senin, 24 Agustus 2026 | 16:22 WIB
Bagikan
1,05 Juta Liter Air Diguyurkan dari Udara untuk Padamkan Karhutla Kalbar

Ilustrasi water bombing dalam upaya pemadaman kebakaran hutan./visi.news/shutterstock.

VISI.NEWS - Lebih dari 1 juta liter air dijatuhkan dari udara untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, operasi water bombing menggunakan empat unit dalam delapan sortie pada Minggu (23/8/2026).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 223 kali penjatuhan air dilakukan dengan total volume mencapai 1.052.000 liter. Penanganan melalui operasi udara itu diperkirakan berhasil menangani lahan seluas sekitar 13 hektare.

“Pada Minggu (23/8/2026), operasi empat unit water bombing dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air sebanyak 1.052.000 liter,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers dikutip, Senin (24/8/2026).

Selain water bombing, penanganan karhutla di Kalimantan Barat dilakukan melalui operasi darat dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Sebanyak tiga sortie dengan total 3.000 kg bahan semai dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla,” ungkap Berton.

Satu unit armada patroli juga dikerahkan untuk memantau wilayah terdampak. Hingga Minggu (23/8/2026), operasi darat telah menangani lahan seluas sekitar 104,8 hektare.

“Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel,” ungkap Berton.

Operasi water bombing juga dilakukan di Kalimantan Selatan (Kalsel). Operasi udara di wilayah tersebut melibatkan dua armada patroli dan tiga unit water bombing.

Pada Minggu (23/8/2026), dua helikopter water bombing aktif melakukan pemadaman. Kedua helikopter tersebut melakukan 243 kali penjatuhan air dengan total volume mencapai 1.029.000 liter.

Operasi tersebut diperkirakan berhasil menangani sekitar 13 hektare lahan. Sementara operasi darat dilakukan di 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel.

Hingga Minggu, luas lahan yang berhasil ditangani melalui operasi darat di Kalimantan Selatan mencapai 40,9 hektare.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng), operasi udara melibatkan dua armada patroli yang menemukan 25 titik api.

Sebanyak tiga helikopter water bombing kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Ketiga helikopter tersebut melakukan total 159 kali penjatuhan air.

BNPB tidak merinci total volume air yang dijatuhkan dalam operasi water bombing di Kalimantan Tengah.

Selain operasi udara, penanganan juga dilakukan melalui operasi darat. Hingga Minggu (23/8/2026), satgas darat berhasil menangani lahan terbakar seluas 55,63 hektare.

Operasi tersebut didukung sekitar 10.700 personel yang terdiri atas BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, dan Manggala Agni.

Operasi water bombing juga dilakukan di Provinsi Jambi. Pemantauan melalui dua armada patroli udara menemukan 14 titik api.

BNPB mencatat, secara kumulatif hingga 23 Agustus 2026, operasi water bombing di Jambi telah menangani lahan seluas sekitar 226,9 hektare.

Sementara itu, operasi darat masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, dan pendinginan.

Adapun operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Jambi telah selesai dilaksanakan pada 3-12 Juni 2026. Operasi tersebut menggunakan satu armada dalam 13 sortie dengan total 12.991 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl).

“BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi udara dan darat, pemantauan hotspot, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya karhutla dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.