10 Hari Pertama Ramadhan, Lia Istifhama: Momentum Audit Moral dan Penguatan Integritas
Memasuki hari kesepuluh Ramadhan, Lia kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dengan mengingat hadis tentang tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat (Muttafaq ‘alaih). Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang memegang jabatan.
“Jabatan bukan sarana mencari keuntungan pribadi. Ramadan adalah alarm moral bagi siapa pun yang memegang amanah,” tandasnya.
Menutup catatan sepuluh hari pertama Ramadhan, Lia mengutip hadis dari Ibnu Mas’ud tentang dua bentuk iri yang dibolehkan, yakni kepada orang yang menggunakan hartanya di jalan kebaikan dan kepada orang yang berilmu serta mengamalkannya.
Ia berharap Ramadhan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang dermawan, berilmu, sekaligus berintegritas.
“Ramadan bukan hanya ritual ibadah, tetapi sekolah akhlak dan kepemimpinan,” pungkasnya.
Sepuluh hari pertama Ramadhan pun berlalu dengan pesan yang kuat: ibadah harus berjalan beriringan dengan integritas, empati, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!