10 Hari Pertama Ramadhan, Lia Istifhama: Momentum Audit Moral dan Penguatan Integritas
Mengutip hadis dari Abu Ya’la yang disahihkan Imam Hakim, Lia menegaskan bahwa manusia tidak selalu mampu membantu orang lain dengan harta, namun dapat melakukannya melalui sikap ramah dan akhlak yang baik.
Pendekatan humanis, menurutnya, sering kali lebih membekas dalam pelayanan masyarakat dibanding sekadar bantuan material.
“Empati itu ibadah sosial,” katanya.
Memasuki hari-hari berikutnya di bulan suci, Lia juga mengingatkan tentang dua nikmat yang sering membuat manusia terlena: kesehatan dan waktu luang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari. Ia menilai Ramadhan merupakan sekolah disiplin yang melatih kemampuan seseorang dalam mengelola waktu.
“Kalau kita mampu mengatur waktu selama Ramadan, artinya kita sedang melatih kualitas diri,” jelasnya.
Dalam pertemuan bersama komunitas keluarga muda, Lia turut menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjadi pribadi terbaik bagi pasangan. Menurutnya, ketahanan keluarga adalah fondasi utama bagi ketahanan bangsa.
Ia juga mengutip hadis riwayat Tirmidzi tentang besarnya pahala yang sebanding dengan ujian yang dihadapi manusia.
“Kalau diuji, jangan marah. Bisa jadi itu tanda Allah mencintai dan sedang menaikkan derajat kita,” ucapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!